Yogyakarta (ANTARA News) - Dekan Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Dr Agus Burhan MHum, mengatakan Indonesia terbukti memiliki sejarah hebat dalam dunia seni rupa.

"Setiap era selalu melahirkan seniman besar, mulai dari lahirnya mahakarya Candi Borobudur dan Prambanan, wayang kulit di era Wali Songo hingga pada seni rupa modern era Raden Saleh Sudjojono, Affandi, Basuki Abdullah dan Widayat," katanya di Yogyakarta, Jumat.

Ia mengatakan, akhir-akhir ini Indonesia juga tengah menikmati kejayaan seni rupa kontemporer di kawasan Asia Pasifik, dengan menempatkan sejumlah seniman terbaik.

Di antara mereka adalah Heri Dono, I Nyoman Masriadi, Rudy Manthovani, Eko Nugroho dan masih banyak lagi seniman muda yang ikut mengharumkan nama bangsa di tengah berbagai krisis yang melanda negeri ini.

"Begitu juga di bidang kriya dan desain, produk kerajinan dan kriya Indonesia terbukti memiliki daya saing yang baik di tingkat internasional," ujarnya.

Dunia desain interior, grafis dan periklanan juga maju pesat, bahkan animator dan desainer Indonesia berhasil meraih penghargaan terbaik di tingkat internasional.

"Industri kreatif diklaim dan didorong oleh berbagai pihak sebagai industri yang bisa menyelamatkan muka bangsa," katanya.

Ia menambahkan, seni rupa dewasa ini menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang dinamis, dinamika itu ditandai dengan tumbuhnya infrastruktur fisik seperti munculnya berbagai ruang pamer di Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan kota besar lainnya di Indonesia.

"Dinamika itu disebabkan oleh kebutuhan apresiasi seni rupa dengan cara meluaskan arus infromasi komunikasi dan interaksi, baik yang difasilitasi pemerintah maupun swasta," katanya.  (*)


Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008