Ukraina tidak puas dengan ganti rugi korban kecelakaan pesawat di Iran

Ukraina tidak puas dengan ganti rugi korban kecelakaan pesawat di Iran

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy meletakkan bunga untuk memperingati korban jatuh pesawat Boeing 737-800 Ukraine International Airlines, di sebuah memorial di Bandara International Boryspil diluar Kiev, Ukraina, Kamis (9/1/2020). ANTARA FOTO/Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS/wsj/cfo

Kiev (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa Kiev tidak puas dengan jumlah ganti rugi yang ditawarkan Iran kepada keluarga warga Ukraina yang tewas dalam insiden jatuhnya pesawat di dekat Teheran Januari lalu.

Pihaknya akan menuntut pembayaran yang lebih besar.

"Adapun pihak Iran, mereka menawarkan kami 80.000 dolar AS (Rp1 miliar) untuk masing-masing keluarga. Itu terlalu sedikit. Kami akan mendesak pembayaran yang lebih besar," kata Zelenskiy kepada "1+1" TV.

Pesawat Ukraina dihantam oleh sebuah rudal pada 8 Januari tak lama setelah meninggalkan Teheran menuju Kiev. Iran akhirnya mengaku bahwa pasukannya tak sengaja menembak jatuh pesawat milik maskapai Ukraine International Airlines, setelah sempat membantah terlibat dalam kecelakaan tersebut. Seluruh 176 orang di dalam pesawat, termasuk 11 warga negara Ukraina, tewas.

Zelenskiy juga mengatakan bahwa Ukraina masih menunggu Iran menyerahkan kotak hitam pesawat tersebut.

Sumber: Reuters
Baca juga: Presiden: Pelaku peristiwa pesawat jatuh Ukraina harus tanggung jawab
Baca juga: Presiden Ukraina harapkan penyelidikan penuh, kompensasi dari Iran
Baca juga: Kecelakaan Iran merupakan peristiwa nahas pertama maskapai Ukraina

 

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

25 April penerbangan ditiadakan, BIM berikan opsi ganti rugi tiket

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar