Tiba di Sukajaya, Presiden Jokowi tanam bibit vetiver cegah longsor

Tiba di Sukajaya, Presiden Jokowi tanam bibit vetiver cegah longsor

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan), Menteri LHK Siti Nurbaya (kedua kanan) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) menanam bibit akar wangi atau vetiver di lokasi terdampak banjir dan tanah longsor Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc/pri.

Di Sukajaya kita siapkan ribuan bibit tanaman
Bogor (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menanam bibit akar wangi atau Vetiver di Desa Pasir Madang, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin, dengan harapan tanaman berakar kuat itu dapat mencegah longsor di kala cuaca sedang buruk.

Presiden tiba di Desa Pasir Madang sekitar pukul 11.30 WIB menggunakan kendaraan berjenis "Special Utility Vehicle" (SUV). Berkemeja putih dengan jaket bomber, Presiden juga meninjau lokasi longsor di Desa Harkat Jaya, Sukajaya, sebelum ke Pasir Madang.

"Di Sukajaya kita siapkan ribuan bibit tanaman, baik yang memiliki sisi ekonomis seperti jengkol, sengon, dan lainnya. Tapi juga ada yang fungsi untuk perbaikan ekologi seperti vetiver, sereh," ujar dia.

Baca juga: Tiba di Sukajaya, Jokowi tinjau kampung tempat tewasnya tujuh warga

Presiden secara simbolis menanam bibit tanaman tersebut di lereng bukit di Kecamatan Sukajaya. Kepala Negara meminta masyarakat untuk tidak mencabut atau merusak tanaman yang memiliki sifat perlindungan ekologi, seperti vetiver dan sereh.

Sebaliknya, kata Jokowi, masyarakat di Sukajaya dapat memanfaatkan hasil panen dari tanaman-tanaman dengan nilai ekonomis seperti jengkol, pete atau sengon.

"Maka itu, kami juga tanam yang bernilai ekonomi agar dapat dimanfaatkan masyarakat," ujar dia.

Vetiver bernama ilmiah Vetiveira zizanioides L atau Andropogon murica ini memiliki bentuk rumpun dengan akar yang rimbun.

Vetiver adalah tanaman dari golongan rumput dengan ketinggian 0,5 hingga 1,5 meter dan mampu tumbuh lurus ke dalam tanah.

Sistem akarnya yang rimbun adalah senjata yang sangat diandalkan untuk menahan erosi dan longsor.

Baca juga: Dua bukit dibelah untuk jalan utama menuju desa terisolasi di Sukajaya

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden: Tahun ini Indonesia belum pernah impor beras

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar