Madiun (ANTARA News) - Tewasnya tiga pengonsumsi minuman keras di Kota Madiun, Jawa Timur, belum lama ini diperkirakan karena zat etanol berlebih di dalam tubuhnya.

"Dugaan sementara dari hasil pemeriksaan awal, seluruh korban termasuk yang meninggal dunia akibat kelebihan zat etanol. Zat etanol tersebut berada dalam minuman keras yang diminum oleh seluruh korban," kata Humas Rumah Sakit Santa Clara Panti Bagja Kota Madiun, Fransisca, Selasa.

Rumah Sakit Santa Clara sudah memeriksa fisik dan sampel darah serta rontgen bagian dada para korban.

Para korban yang masih hidup tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit itu.

"Sampel darah dan foto rontgen telah kami lakukan. Namun demikian kami belum bisa memutuskan penyebab utama meninggalnya tiga orang warga Kota Madiun serta warga lainnya yang saat ini masih menjalani pemeriksaan. Pasalnya, hasil uji laboratorium masih berjalan," katanya.

Sementara Kapolresta Madiun AKBP Setija Junianta mengatakan, polisi tengah menyelidiki kasus meninggalnya warga Kota Madiun yang hampir bersamaan itu.

"Proses penyelidikan oleh petugas hingga saat ini masih berlangsung. Petugas saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti terkait dengan meninggalnya tiga warga itu," katanya saat dikonfirmasi.

Seluruh korban baik yang meninggal maupun yang masih menjalani perawatan, sebelumnya meminum minuman keras di tiga tempat berbeda yaitu di kampung Jalan Pancasila, kolam pemancingan Bantengan, dan di salah satu tempat karaoke keluarga di Kota Madiun.

Di Jalan Pancasila petugas menemukan barang bukti berupa beberapa botol minuman beralkohol merk Mansion dan botol arak jowo (arjo). Di pemancingan Bantengan ditemukan lima botol Mansion dan lima botol Sprite dan di salah satu karaoke ditemukan sembilan botol Mansion, sembilan botol bir hitam dan sembilan bir putih.

"Hingga kini, kita belum mengetahui penyebab kematian korban. Namun, kami telah meminta keterangan saksi-saksi dan bekerjasama dengan petugas medis untuk mengungkap penyebab kematian korban. Menunggu hasil analisa dan pemeriksaan yang dilakukan petugas medis," katanya menambahkan.

Tiga orang yang tewas setelah meminum minuman keras itu adalah Agus Santoso (35) meninggal Senin (29/12) sekitar 06.00 WIB, kemudian Hastaryo (38) pada pukul 22.30 WIB. Terakhir Suwito (54) yang meninggal Selasa pag pukul 05.00 WIB.

Semua korban adalah warga Jalan Pancasila dan jenazah mereka sudah dimakamkan di TPU Sobrah Kota Madiun.

Sedangkan korban yang masih menjalani perawatan intensif adalah Anton (32), Supriyono (48), Iwan Aji Saputro (24), Pongki (22), Gatot (42) dan Ade (24).
(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2008