Lari ultra-maraton 250 kilometer digelar perdana di Aceh

Lari ultra-maraton 250 kilometer digelar perdana di Aceh

Konferensi pers Ultra-Maraton bertajuk "West Coast Aceh 250K" di Jakarta, Senin (10/2/2020), dihadiri oleh (kiri ke kanan) Kabid Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Olahraga Aceh T. Bustaman, Sekretaris Disbudpar Aceh Zulkifli, Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Almuniza Kamal, Ketua Panitia Teuku Adhitia Nugraha, Race Director Lexi Rohi, dua pelari ultra maraton Carla Felany dan Alan Maulana, serta Direktur Utama PT MIFA Bersaudara Ricky Elson. ANTARA/Roy Rosa Bachtiar

Jakarta (ANTARA) - Lomba lari jarak jauh ultra-maraton untuk pertama kalinya akan digelar di Provinsi Aceh pada 4-6 April mendatang dengan tajuk West Coast Aceh 250K dan akan mengambil lintasan di jalur pesisir Barat dari Meulaboh hingga Banda Aceh.

Ajang tersebut juga menjadi kegiatan ultra maraton pertama di Indonesia yang memakai mekanisme multi-stage yang dibagi ke dalam tiga etape, yaitu etape hari pertama sejauh 85 kilometer dari Meulaboh-Calang, hari kedua 80 km dari Calang-Lamno, dan hari ketiga 85 km Lamno-Banda Aceh.

"Ini jadi lari ultra-maraton pertama di Aceh, sebelumnya sudah pernah tapi di Nusa Tenggara, Pulau Jawa dan Sumatera Utara. Alasan pemilihan rute Pantai Barat karena panoramanya sangat indah. Sebelumnya di bulan November sudah sempat buat lari amal dan responnya bagus, dari situ banyak yang minta dan banyak pelari yang bertanya kapan (race) di Aceh," kata Ketua Panitia Teuku Adhitia Nugraha dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Teuku menjelaskan, West Coast 250K tidak hanya menawarkan keindahan alam pesisir Barat Aceh yang indah, namun juga mengenalkan kebudayaan lokal masyarakat Aceh yang aman dan nyaman.

Selama ini, katanya, Aceh dikenal masyarakat memiliki aturan dan budaya yang ketat sehingga kurang memberikan rasa nyaman bagi pengunjung, maka melalui kegiatan ini diharapkan para peserta baik lokal dan internasional nanti bisa berbagi pengalaman positif mereka ke komunitas di luar provinsi berjuluk Serambi Mekkah ini.

Baca juga: Lomba Lari Ultra Maraton 170 km, start Jakarta hingga Bandung

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh Zulkifli sependapat dengan pemaparan yang disampaikan Teuku.

Ajang lari ultra-maraton ini nyatanya cocok dengan program pembangunan jangka menengah yang dicanangkan gubernur di bidang pembangunan pariwisata. Tidak hanya memperdalam sisi keolahragaan namun juga mendorong peserta dari luar Aceh untuk melihat keindahan dan keunikan wilayah ini secara lebih dekat.

"Sebelumnya kami punya rencana Sabang Race tahun 2017, tapi gagal. Semoga program ini membantu kami dalam mengenalkan Aceh, ini sangat selaras dengan program kami," kata Zulkifli.

Pemilihan pesisir Barat sebagai titik awal juga berkaitan upaya pemprov untuk memberitahukan khayalak umum bahwa Aceh sekarang merupakan daerah yang aman, terutama Meulaboh yang sempat luluh lantak akibat bencana tsunami tahun 2004.

"Meulaboh sudah banyak mengalami perubahan dalam 15 tahun ini, menjadi sangat bagus dan layak dikunjungi. Dari rute lari ini, 80 persen di antaranya merupakan kawasan pinggir pantai. Kami ingin sampaikan bahwa Aceh sekarang aman dan punya panorama yang cantik," katanya.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ribuan peserta ikuti Wirabraja Run 10K

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar