PLTU Jawa 7 gunakan "ultra super critical", efisiensi naik 15 persen

PLTU Jawa 7 gunakan "ultra super critical", efisiensi naik 15 persen

Ilustrasi - Kompleks PLTU Paiton di Kabupaten Probolinggo dan Situbondo, Jawa Timur. ANTARA/Dokumentasi PT Pembangkitan Jawa-Bali

BPP PLTU Jawa 7 adalah senilai 4,2 sen dolar AS per kWh
Jakarta (ANTARA) - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 merupakan pembangkit besar pertama di Indonesia, yang menggunakan teknologi  boiler ultra super critical (USC) dengan peningkatan efisiensi hingga 15 persen dibandingkan non-USC.

Teknologi USC juga membuat emisi yang dihasilkan menjadi lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan.

“Saat ini, beroperasi satu unit dengan kapasitas daya listrik yang dihasilkan mencapai 1.000 MW. Untuk unit 2 berkapasitas 1.000 MW juga, akan masuk tahun ini. PLTU ini sementara menjadi PLTU terbesar di Indonesia,” tutur Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali PT PLN (Persero) Haryanto WS di Jakarta, Senin.

Baca juga: Pemerintah targetkan tambahan 8.823 MW pembangkit pada 2020

Pasokan listrik di Jawa-Bali semakin meningkat dengan telah beroperasinya PLTU Jawa 7 Unit 1 sejak akhir 2019.

Pembangkit berbahan bakar batubara, yang terletak di Serang, Provinsi Banten, ini merupakan PLTU terbesar di Indonesia dengan total kapasitas sebesar 2×1.000 MW.

Daya listrik pembangkit PLTU Jawa 7 akan disalurkan untuk memperkuat sistem interkoneksi Jawa-Bali melalui jaringan Suralaya-Balaraja 500 kV menuju interkoneksi Jawa-Bali.

Dengan demikian, peningkatan kebutuhan listrik yang terus meningkat dari tahun ke tahun bisa ditopang.

Selain teknologi boiler, PLTU Jawa 7 dalam operasinya juga menggunakan SWFGD atau sea water fuel gas desulfurization, sehingga ramah lingkungan karena penyaluran batubara dari tongkang menggunakan coal handling plant sepanjang empat kilometer sehingga tidak ada batubara yang tercecer hingga coal yard.

Dengan kapasitas yang besar dan penggunaan teknologi terkini, biaya pokok penyediaan (BPP) dapat ditekan.

BPP PLTU Jawa 7 adalah senilai 4,2 sen dolar AS per kWh.

Nilai tersebut jauh lebih rendah dibanding BPP PLTU lama yang mencapai lima sen dolar AS hingga enam sen dolar AS per kWh.

Dalam pengerjaannya, PLTU ini juga menyerap tenaga kerja hingga lebih dari 4.000 orang.

Selain itu, PLTU ini juga turut aktif membantu kelestarian lingkungan dengan mengadakan berbagai kegiatan seperti normalisasi Sungai Terate dan gerakan bersih laut dan pantai.

Proyek PLTU Jawa 7 merupakan hasil kerja sama antara anak usaha PLN yaitu PT Pembangkitan Jawa Bali dengan China Shenhua Energy Company Limited.

Baca juga: Pembangkit Jawa Bali bakal operasikan dua PLTU besar akhir 2019
Baca juga: Proyek pembangkit listrik 35.000 MW langkah positif bangun negara

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar