Kemarin, eks kombatan isis hingga pengiriman pekerja migran ke Taiwan

Kemarin, eks kombatan isis hingga pengiriman pekerja migran ke Taiwan

Dokumentasi aktivis pada Forum Selamatkan NKRI - DIY melakukan aksi damai di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (7/2/2020). Mereka menolak kombatan ISIS asal Indonesia kembali ke Indonesia. (ANTARA FOTO/Andreas Atmoko)

Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah berita humaniora kemarin, Selasa (11/1), yang masih menarik untuk dibaca pagi ini mulai dari wacana pemulangan eks kombatan isis, kemampuan Indonesia deteksi virus novel corona 2019 hingga pembatasan pengiriman pekerja migran Indonesia ke Hong Kong dan Taiwan.

Adapun beritanya sebagai berikut:

PBNU dan Menlu bahas eks kombatan ISIS dan isu Palestina

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kedatangan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk melakukan silahturahim dan membahas wacana pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi kombatan ISIS dan kini berada di Suriah.

Mengenai wacana tersebut, Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj menegaskan bahwa dari PBNU menolak tegas pemulangan para WNI yang pernah bergabung dengan ISIS.

Menurut dia, seharusnya tidak ada wacana membicarakan pemulangan 600 orang yang dapat mengganggu ketenangan 260 juta orang Indonesia.

Baca beritanya: di sini

Tanggapi riset Harvard,Menkes: Kita sudah sesuai standar internasional

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Terawan Agus Putranto menanggapi hasil riset Harvard University terkait dugaan virus corona yang tidak terdeteksi di negara-negara dengan penerbangan langsung dari dan ke Wuhan, yakni Indonesia dan Kamboja.

Terawan membantah dugaan adanya kasus virus corona yang tidak terdeteksi. Menurut dia, Kementerian Kesehatan sudah melakukan berbagai tes dan deteksi sesuai standar internasional.

Simak beritanya: di sini

Pemerintah batasi pengiriman PMI ke Hong Kong dan Taiwan cegah corona

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan juga Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah membatasi pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ke Hong Kong dan Taiwan untuk menghindari kemungkinan paparan virus corona yang telah mewabah di China dan menjangkiti negara-negara lain.

"Kemenaker secara tegas melarang penempatan ke China daratan (selain juga) membatasi pengiriman ke Hong Kong dan Taiwan," kata Plt. Kepala BP2MI Tatang Budie Utama Razak dalam acara Forum Komunikasi bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Media dan Organisasi Kepemudaan di Kantor BP2MI, Jakarta, Selasa.

Baca beritanya: di sini

Indonesia pastikan seluruh WNI di Tiongkok daratan bebas dari corona

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memastikan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di China Daratan dalam kondisi sehat atau bebas dari virus corona di tengah jumlah korban mewabahnya virus yang telah menembus angka 1.015 orang itu.

“WNI yang ada di Tiongkok Darat mencapai 1.890 orang, semuanya dipastikan dalam kondisi sehat,” ujar Dubes RI di Beijing, Djauhari Oratmangun dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, terkait kasus virus corona.

Cek beritanya: di sini

PT bersiap terapkan Kampus Merdeka

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Nizam mengatakan perguruan tinggi (PT) di Tanah Air sedang bersiap untuk menerapkan kebijakan Kampus Merdeka.

"Sejauh ini, mereka sudah bersiap-siap untuk menerapkan kebijakan Kampus Merdeka. Beberapa kampus malah sudah berjalan," ujar Nizam di Jakarta, Selasa.

Kampus Merdeka merupakan episode II dari kebijakan Merdeka Belajar yang diusung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Cek beritanya: di sini

 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar