Penata rambut Mozambik langgar tabu demi cinta rambut gimbal

Penata rambut Mozambik langgar tabu demi  cinta rambut gimbal

Seorang berpakaian kasual hitam dengan rambut gimbal yang terurai. ANTARA/Pexel/am.

Pada masa lalu ketika kita melihat seseorang dengan rambut gimbal kami pikir itu aneh dan menyimpang... pola pikir kami telah berubah, karena itu kami bisa menerima rambut gimbal sekarang
Maputo (ANTARA) - Cadino Chipanga, 20 tahun lalu memutuskan untuk melakukan sesuatu yang dianggap tabu di Mozambik yakni seorang pria penata rambut  yang melayani perempuan.

Ia juga memutuskan untuk menggarap rambut gimbal, gaya yang tidak dapat diterima di beberapa masyarakat Afrika.

Sekarang berusia 38, Chipanga tidak menyesal. Dia memiliki Carapinha, bisnis kecil yang mengelola tiga salon di Maputo dan berbagai produk perawatan rambut.

"Idenya adalah menciptakan salon yang fokusnya untuk merawat rambut alami pada saat tiada lagi orang peduli. Orang-orang menggunakan lebih banyak bahan kimia dan rambut palsu," kata Chipanga di tempatnya membuat produk perawatan rambut, yang terletak di pinggiran kota.

"Misi kami adalah mengembalikan kecintaan pada rambut Afro. Karena itu saya memulai usaha ini," ia melanjutkan.

Chipanga membuat produk perawatan rambut, termasuk sampo, dari tumbuhan yang disebut Nlhelho atau "duri iblis", yang digunakan oleh ibu dan neneknya.

Master rambut, demikian Chipanga dikenal, juga menggunakan bunga matahari dan kelapa sebagai bahan produknya.

Meskipun Chipanga bukan anggota Rastafarian, rambut gimbal di Afrika seringkali dikaitkan dengan Rastafarianisme dan sebagian besar masyarakat lambat merangkul budaya tersebut.

Di beberapa negara, anak-anak Rastafarian dipulangkan dari sekolah karena rambut gimbalnya.

"Pada masa lalu ketika kita melihat seseorang dengan rambut gimbal kami pikir itu aneh dan menyimpang... pola pikir kami telah berubah, karena itu kami bisa menerima rambut gimbal sekarang," ujar Felicidade Langa, seorang pelanggan di salah satu salon Chipanga.

"Saya memulai gaya rambut ini karena salah satu salon Carapinha ada di lingkungan tempat tinggal saya. Saya pikir lingkungan lain di sekitar juga ingin memiliki salon Rastafarian yang khas, jadi jika dia terus membuka salon di tempat lain itu akan baik," kata Langa.

Chipanga bertaruh untuk itu.

"Butuh beberapa waktu, tetapi saat ini ada lebih banyak orang yang mencintai rambut alami mereka dan semuanya berjalan lancar," katanya.

Sumber: Reuters

Baca juga: Tanta Ginting pakai rambut gimbal simpanan sewindu
Baca juga: Ritual potong rambut gimbal tutup festival budaya Dieng

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

PT INKA terima proyek pengerjaan kereta dari Kongo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar