Menkes baru Prancis: "risiko masuk akal" corona jadi wabah

Menkes baru Prancis: "risiko masuk akal" corona jadi wabah

Para pekerja medis dengan mengenakan pakaian pelindung memeriksa seorang pasien di dalam bangsal terisolasi Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di Wuhan, pusat penyebaran wabah virus corona baru, di Provinsi Hubei, China, 16/2/2020. (ANTARA/China Daily/ via REUTERS/tm)

Ini merupakan anggapan dasar juga risiko yang dapat dipercaya
Paris (ANTARA) - Menteri Kesehatan yang baru Prancis Oliver Veran mengatakan pada Selasa ada "risiko yang masuk akal" bahwa berjangkitnya virus corona dapat berubah menjadi wabah yang menyebar ke seluruh dunia.

"Ini merupakan anggapan dasar juga risiko yang dapat dipercaya," kata Veran kepada radio France Info.

Dia bilang Prancis siap menangani semua kemungkinan dan sistem kesehatannya mantap memadai dan diperlengkapi dengan baik.

Empat pasien yang terinfenksi corona masih tinggal di rumah sakit di Prancis, tambahnya. Turis China berusia 80 tahun meninggal karena corona di Prancis pekan lalu, korban tewas pertama di Eropa.

Korban tewas di China mencapai 1.868.

Menurut WHO, sebuah pandemi adalah penyebaran sebuah penyakit baru ke seluruh dunia.

Pada Senin, kepala program gawat darurat WHO, Dr. Mike Ryan, mengatakan saat ditanya apakah berjangkitnya (corona) merupakan sebuah wabah: "Isu sesungguhnya adalah apakah kita sedang melihat penularan komunitas yang teratur di luar China dan saat ini kita tak menyaksikan itu."

Reuters

Baca juga: Indonesia minta Jepang perhatikan WNI kru kapal Diamond Princess

Baca juga: Hadapi virus corona, Singapura tetap sambut wisatawan Indonesia

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mahasiswa Prancis belajar Islam di pesantren Deli Serdang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar