Ibu bayi sematkan nama Dirlantas Polda Metro untuk anaknya

Ibu bayi sematkan nama Dirlantas Polda Metro untuk anaknya

Eki Dini Monika bersama suaminya Zainal Abidin dan putra pertamanya Satria berfoto bersama bayinya yang baru lahir setelah ditolong petugas patroli Polda Metro Jaya, Jumat (21/2/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Muhammad Prawira Sambodo, nama anak saya
Jakarta (ANTARA) - Eki Dini Monika (21), ibu rumah tangga di Cileduk, Jakarta Selatan, memberikan nama bayinya dengan kata akhir nama dari Dirlantas Polda Metro Jaya karena saat kelahiran dibantu polisi dari kesatuan polisi lalu lintas itu, Kamis malam (20/2).

"Muhammad Prawira Sambodo, nama anak saya dengan kata akhir "Sambodo", merupakan nama dari Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Sambodo," kata Dini kepada Antara di rumah sakit Petukangan, Jakarta Selatan, Jumat.

Dini beralasan menyematkan nama Sambodo kepada putra keduanya sebagai tanda terima kasih karena telah dibantu saat hendak melahirkan.

"Nama itu diberikan oleh suami saya Zainal Abidin," kata Dini.

Dengan memberikan nama tersebut sang suami berharap putranya kelak dapat menjadi seorang perwira polisi yang bisa mengayomi, melindungi dan membantu masyarakat.

Baca juga: Polisi penyelamat pasien jantung diberi penghargaan Ombudsman RI

Menurut kedua pasangan muda itu, citra polisi tidak selamanya negatif, tergantung bagaimana cara pandang masyarakat terhadap tugas-tugas yang dilakukan.

"Tergantung kita, kalau enggak bener ya polisi menindak," kata Zainal (27).

Dini dan Zainal tidak menyangka kalau proses persalinan anak keduanya akan melibatkan polisi.
Eki Dini Monika bermain bersama putra pertamanya setelah melahirkan putra kedua setelah ditolong petugas patroli Polda Metro Jaya, di Rumah Sakit Petukangan, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Peristiwa itu bermula ketika Dini yang sedang hamil tua bersama suami dan putra pertamanya Satria (3) hendak pulang ke Pemalang, Jawa Tengah pada Kamis malam (20/2).

Rencana pulang tersebut karena Dini mau melahirkan di kampung halamannya. Ketiganya menaiki bus di kawasan Karang Tengah.

Baca juga: Polisi lalu lintas gendong penderita sakit jantung jadi viral

"Kan mau lahiran di kampung, karena kata dokter lahirannya akhir Februari ini," kata Dini.

Selama lima menit diperjalan bus, Dini tiba-tiba mengalami kontraksi hebat, hingga membuat penumpang termasuk supir bus panik mencoba mencari batuan dengan memberhentikan sejumlah kendaraan.

Saat bersamaan sebuah mobil patroli Polda Metro Jaya Sedang melintas, supir bus lantas memberhentikan mobil tersebut.

"Saya langsung digendong sama pak polisi naik ke mobil, lalu dibawa ke rumah sakit," kata Dini.

Butuh waktu 10 menit untuk sampai ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan mobil patroli polisi, Dini tiba di Rumah Sakit Petukangan Jalan Protokol Ciledug.

Baca juga: Polisi ini relakan motor dinasnya cegah kecelakaan lalu-lintas

Setibanya di rumah sakit, kira-kira tiga menit kemudian tim dokter melakukan tindakan dan langsung membantu persalinan.

"Enggak lama kok cuma dua menit udah lahiran," kata Dini.

Kini Dini dan suami serta anaknya masih berada di Rumah Sakit Petukangan, rencananya Sabtu (22/2) besok akan dijemput oleh keluarganya untuk pulang ke Pemalang, Jawa Tengah.

Usai lahiran Dini dan suami mendapat kunjungan dari Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo yang mengucapkan selamat serta santunan atas kelahiran putra keduanya.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Aksi heroik polisi bonceng jenazah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar