Makassar (ANTARA News) - Bencana alam banjir dan tanah longsor melanda beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan (Sulsel), menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah ini sejak pekan lalu.

Selain menggenangi pemukiman penduduk, banjir juga penyapu tanaman padi, tambak, dan kebun kakao di sejumlah daerah.

Tanah longsor juga terjadi di Malino kabupaten Gowa yang menewaskan satu orang. Sedangkan seorang lainnya dilaporkan tewas terseret banjir Sungai Pappa di kabupaten Takalar pada Minggu.

Kadis Sosial dan Perlindungan Masyarakat setempat, Mappagio, Senin, mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah antisipasi untuk membantu warga yang terkena bencana alam banjir di wilayah itu.

Untuk sementara, penanganan masalah banjir tersebut ditangani dinas sosial di masing-masing kabupaten dan kota, namun jika kondisinya semakin parah, maka pemerintah provinsi segera menyalurkan bantuan pangan maupun peralatan untuk evakuasi korban, katanya.

Dinas Sosial dan Linmas Sulsel menyebutkan, daerah yang cukup parah dilanda banjir antara lain Kota Makassar, Gowa, Maros, Takalar, Pangkep, Jeneponto, dan Luwu Utara.

Banjir di Luwu Utara yang terjadi sejak dua pekan lalu kini masih menggenangi rumah penduduk dan ratusan haktare tanaman kakao.

Sementara di kabupaten Pangkep puluhan hektare tambak disapu banjir, sementara infrastruktur jalan di wilayah yang dilanda banjir mengalami kerusakan parah.

Banjir yang terjadi sejak Jumat pekan lalu di Makassar hingga saat ini masih menggenangi pemukiman penduduk, bahkan sedikitnya 200 kepala keluarga (KK) telah mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti masjid dan rumah keluarga mereka.

Kondisi serupa juga terjadi di kabupaten Gowa. Sedikitnya 100 unit rumah dan puluhan hektare tanaman padi terendam banjir sejak Sabtu pekan lalu.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) wilayah IV Makassar memperkirakan hujan di wilayah Sulsel akan berlangsung hingga April 2009.
(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009