Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar M Jusuf Kalla menjanjikan akan memberikan kompensasi (ganti rugi) Rp50 per suara yang diperoleh calon legislatif yang gagal.

"Kita lagi hitung untuk para caleg yang tidak terpilih, katakanlah Rp50 per suara yang dia peroleh," kata Ketum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla saat menutup Temu Nasional Caleg DPR RI di Jakarta, Rabu malam.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh Caleg DPR RI Partai Golkar dan jajaran DPP Partai Golkar. Setidaknya saat ini terdapat 683 caleg DPR RI dari Partai Golkar.

Lebih lanjut Kalla menjelaskan bahwa uang kompensasi tersebut diharapkan bisa memberikan semangat kepada para caleg untuk lebih keras bekerja.

"Kalau caleg yang terpilih tidak dapat. Jadi ini untuk menghargai yang terpilih diangkat, dan hargai yang tidak terpilih (uang kompensasi) karena dia telah ikut memenangkan teman-temannya," kata Kalla yang disambut tepuk tangan meriah.

Selain uang kompensasi bagi yang caleg gagal, Kalla juga menjanjikan akan memberikan uang sebesar Rp500 per pemilih kepada DPD-DPD untuk stimulus kampanye.

"Kita berikan stimulus Rp500 per pemilih. Pemilih kita sekitar 200 juta orang, kita akan salurkan ke daerah-daerah (uang itu)," kata Kalla.

Untuk uang stimulus ini, setidaknya telah disiapkan dana Rp100 miliar. Dengan stimulus ini, tambah Kalla diharapkan bisa memacu semangat para kader untuk bisa militan.

Dalam kesempatan itu Kalla juga mengatakan bahwa tiga bulan terakhir ini Partai Golkar akan kampanye besar-besaran di media massa. Kalla menegaskan Partai Golkar akan mengambil semua slot iklan yang tersedia.

"Kita akan kampanye besar-besaran, tidak ada slot kampanye Partai Golkar yang tidak diambil. Kita akan 10 kali tayang per hari di setiap stasiun televisi," kata Kalla.

Menurut Kalla hal itu akan digunakan Partai Golkar selama tiga bulan terakhir hingga pemilu April 2009. Kalla mengatakan bahwa untuk melakukan hal itu memang membutuhkan dana yang besar. Namun diharapkan akan bisa mendongkrak suara Partai Golkar.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009