Baghdad (ANTARA News/Reuters)- Wartawan Irak yang menjadi ikon karena mengecam invasi pimpinan AS ketika ia melemparkan sepatunya ke mantan presiden AS George W Bush mulai diadili, Kamis, dan menghadapi ancaman hukuman sampai 15 tahun penjara.
    
Muntazer az-Zaidi, yang tindakannya melemparkan sepatu sebagai protes dilakukan pada saat kunjungan terakhir Bush ke Irak, Desember 2008, dan juga menyebut mantan Presiden AS seekor "anjing" --keduanya dianggap di Timur Tengah sebagai penghinaan-- dituduh melakukan penghinaan terhadap seorang kepala negara yang sedang berkunjung.
    
Az-Zaidi diborgol dan dikawal oleh satu regu petugas keamanan ketika ia dibawa ke Pengadilan Pidana Pusat Irak di Zona Hijau Baghdad, yang dijaga ketat.
    
Para anggota keluarga yang menunggu dia di ruang sidang menyambutnya dengan tangis yang keras ketika ia dibawa masuk dan mengenakan satu bendera Irak di bahunya.
    
Az-Zaidi telah ditahan lebih dari dua bulan dan keluargnya mengeluh ia dipukul setelah didamprat oleh para petugas keamanan dalam jumpa pers Bush.
    
Wartawan satu stasiun televisi Irak itu yang berpangkalan di Kairo menjadi pahlawan di banyak negara Timur Tengah.
    
Bush, yang mendukung Israel dan keputusan menyerbu Irak tahun 2003 untuk menggulingkan Presiden Saddam Hussein membuat dia tidak disukai di banyak negara Timur Tengah, dengan gesit berhasil mengelak lemparan sepatu pertama dan membuat insiden itu jelas kemudian. Sepatu kedua juga tidak mengenai dia.
    
Invasi AS itu menyebabkan Irak menjadi arena perang sektarian dan aksi perlawanan enam tahun yang menewaskan puluhan ribu warga Irak.
    
Permohonan banding yang diajukan para pengacara az-Zaidi untuk mengurangi tingkat tuduhan penghasutan terhadap Bush menjadi pelanggaran ringan tidak disetujui. Mereka beralasan  sepatu itu sama sekali tidak mencederai Bush.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009