Berapa waktu tempuh Jakarta ke RS Penyakit Menular Pulau Galang?

Berapa waktu tempuh Jakarta ke RS Penyakit Menular Pulau Galang?

Lokasi rumah sakit di bekas barak penampungan pengungsi Viet Nahm di Pulau Galang, Kepulauan Riau, yang rencananya dikembangkan sebagai rumah sakit khusus infeksi. ANTARA/Naim

Jakarta (ANTARA) - Kami mencoba menghitung lama waktu tempuh dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju RS Integrasi untuk Penyakit Menular di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.

Waktu keberangkatan kami dari Jakarta adalah tepat pukul 08.00 WIB, lalu kami sampai di Bandara Hang Nadim di Batam sekitar jam 09.43 WIB.

Bagi Anda yang ingin mencari keberadaan Pulau Galang di Google Maps, bisa mengetik koordinat 7.70134 Lintang Utara,104.185669 Bujur Timur. Pulau Galang --dulu menjadi pulau penampungan pengungsi Viet Nahm-- jaraknya dari Bandara Hang Nadim Batam sekitar 62 kilometer.

Baca juga: Bekas "Camp Vietnam" Galang di Batam dipugar

Jika ditotal, dari waktu awal keberangkatan jam 08.00 WIB hingga ke Bandara Hang Nadim memakan waktu penerbangan satu Jam 43 menit. Saat ditambah dengan waktu tempuh dari Bandara Hang Nadim menuju Pulau Galang, maka totalnya adalah dua jam 58 menit.

Adapun lokasi rumah sakit yang mudah dijangkau dari luar negeri (dari Singapura 45 menit dengan kapal feri) maupun dalam negeri (Bandara Hang Nadim Batam, penerbangan selama satu jam 15 menit) menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk memilih Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau itu.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengatakan, jika WNI terdampak penyakit menular bisa langsung diobservasi di rumah sakit itu secara cepat karena lokasi yang mudah diakses tadi.

"Apabila ada WNI dari luar negeri maupun dalam negeri yang terinfeksi harus melakukan observasi kapanpun saja itu bisa langsung ke sini dengan alasan Bandara Batam lebih dekat, dan bisa didarati pesawat kecil maupun pesawat berbadan lebar. Jarak dari bandara di Batam menuju Pulau Galang ini hanya satu jam 15 menit, sehingga lebih dekat," ujar Tjahjanto.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar