Mahasiswa Timor Leste belajar tentang konflik dan perdamaian Aceh

Mahasiswa Timor Leste belajar tentang konflik dan perdamaian Aceh

Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia dan Timor Leste berkunjung ke Provinsi Aceh, Kamis (5-3-2020). ANTARA/Khalis

Banda Aceh (ANTARA) - Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia dan Timor Leste berkunjung ke Provinsi Aceh dalam rangka melihat dan mempelajari langsung sejarah konflik Aceh serta proses perdamaian di daerah Serambi Mekah itu.

"Tujuannya mereka ingin belajar tentang damai Aceh itu seperti apa," kata Koodinator Kontras Aceh Hendra Saputra di Banda Aceh, Kamis.

Hendra Saputra menyebutkan mahasiswa yang menyambangi Aceh tersebut berasal dari Jakarta, Semarang, Bandung, Nusa Tenggara Timur, Makassar, Papua, dan Timor Leste. Katanya mereka ingin melihat langsung proses terjadinya konflik hingga perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Republik Indonesia.

"Karena ini menjadi catatan penting bagi perdamaian Aceh ke depan. Proses perdamaian ini penting untuk terus disuarakan kepada anak-anak muda supaya mereka memahami tentang konflik Aceh," katanya.

Mahasiswa tersebut melakukan kunjungannya ke Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, Kesbangpol Aceh, serta tapak tilas pada lokasi penembakan beberapa tokoh Aceh dan bekas lembaga permasyarakatan tempat dikurungnya tahanan politik di Banda Aceh.

Baca juga: Dubes Uni Eropa nilai perdamaian Aceh berjalan baik

Baca juga: Dubes Belgia berharap perdamaian Aceh terus berlangsung

Baca juga: Thailand dapat contoh model perdamaian Aceh


Beberapa bekas lokasi yang dikunjungi, seperti tempat ditembaknya tokoh Aceh Teuku Johan, Prof Dayan Dawood, Safwan Idris, dan penjara Keudah, yang juga pernah menjadi tempat ditahannya Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf, dan beberapa tokoh lainnya.

"Dahulu LP Keudah ini pernah dijadikan tempat penjara tokoh-tokoh Aceh yang dianggap melakukan perlawanan, dan orang-orang yang dianggap mendukung Aceh merdeka," katanya.

Victoria Tomasia mahasiswa asal Timor Leste merasa senang dapat berkunjung ke provinsi paling barat Indonesia tersebut.

Menurut dia, penderitaan pahit yang dirasakan masyarakat Aceh juga sama halnya dirasakan masyarakat di kampung halamannya.

"Saya pertama kali ke Aceh, dan banyak hal yang mengejutkan, saya meneumkan banyak hal baru sejarahnya, gaya hidup orang di sini. Saya menemukan banyak kesamaan antara sejarah Aceh dan sejarah Timor Leste, apa yang terjadi di Aceh sama persis dengan apa yang terjadi di Timor Leste," katanya.

Pewarta: Khalis Surry
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mengenal Meukeutop, peci motif khas Aceh

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar