Hua Hin (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta
pemerintah daerah untuk lebih terlibat dalam kerjasama sub-kawasan terutama
IMT-GT dan BIMP EAGA.

"Saya ingin betul ke depan ini mendorong swasta daerah dan provinsi
untuk melibatkan kabupaten dan kota untuk lebih aktif lagi mencari
peluang," kata Presiden di Hua Hin, Thailand, Sabtu, seusai memimpin
pertemuan IMT-GT dan BIMPB EAGA.

Menurut Presiden, meskipun pemerintah telah menyiapkan peta jalan
kerjasama itu namun tanpa peran serta daerah maka tidak akan maksimal.

"Cetak biru dan kebijakannya bagus tapi kalau daerah tidak pro aktif
demikian juga usaha-usaha di daerah, bisnis di daerah tidak menjemput
bola saya kira peluang yang kita dapatkan tidak banyak," katanya.

Oleh karena itu, Indonesia mengusulkan agar di masa mendatang
benar-benar melibatkan pemerintah daerah dan swasta secara penuh.

"Memberi ruang yang lebih luas pada sektor swasta dan kepada daerah,
dan ini kesempatan yang baik kepada para gubernur baik di wilayah Sumatera
yang masuk dalam kerjasama IMT- GT maupun para gubernur di Indonesia timur
yang masuk kerjasama BIMP-EAGA untuk lebih aktif, lebih menjemput bola,
lebih cekatan di dalam mencari peluang kerjasama," katanya.

Presiden mengatakan pemerintah telah memberikan kesempatan sehingga
pemerintah pusat tidak lagi harus selalu didepan, biar yang di depan para
gubernur, kepala daerah, masyarakat dan para pengusaha di daerah.

"Kemudian kita bantu mengatasi masalah antar negara yang mungkin masih
timbul," katanya.

Pada jumpa pers itu Presiden didampingi oleh Gubernur Sulawesi Selatan
dan Sumatra Selatan, serta sejumlah Menteri Kabinet antara lain Menlu
Hassan Wirajuda, Mendag Mari Pangestu, Menko Kesra Aburizal Bakrie dan Plt
Menko Perekonomian Sri Mulyani.

IMT-GT dibentuk pada 1993 dengan tujuan untuk mempromosikan sebuah
kawasan pertumbuhan berdasarkan skema trilateral kerjasama sub regional
yang difokuskan pada investasi, transfer tehnologi, kerjasama produksi dan
penggunaan sumber daya alam di Thailand selatan, Malaysia utara dan Pulau
Sumatra, Indonesia.

IMT GT juga berupaya untuk mempromosikan pembangunan infrastruktur dan
jaringan transportasi di kawasan segitiga itu. Saat ini IMT GT terdiri dari
lima provinsi di Thailand selatan (Narathiwat, Pattani, Satun, Songkhla and
Yala), lima wilayah di Malaysia utara (Kedah, Penang, Perak, Perlis and
Selangor) dan sejumlah provinsi di Pulau Sumatra Indonesia (Aceh, Sumatra
Utara, Sumatra Selatan Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi dan Riau).

Kerangka kerjasama IMT-GT memiliki dua mekanime fungsional yaitu
pertemuan tingkat menteri dan tingkat pejabat senior tahunan serta Dewan
Bisnis Bersama dengan Sektor Swasta.

Sub kawasan itu memiliki potensi yang cukup besar di bidang ekonomi,
dengan tanah yang luas, tenaga kerja, sumber daya alam yang melimpah, dan
pasar yang cukup luas, sekitar 70 juta. Hal itu dapat menjadikan kawasan
IMT GT menjadi sebuah magnet pertumbuhan yang menjanjikan apabila
digabungkan dengan kekuatan keuangan dan keahlihan bisnis dari sektor
swasta yang dinamis.

Peluang ekonomi di kawasan itu meliputi bidang pertanian dan industri,
termasuk karet, kelapa sawit, buah-buahan dan sayuran, hasil laut, minyak
dan gas alam dan kayu.

Sementara itu BIMP-EAGA adalah kerjasama sub-kawasan antara Brunei,
Indonesia, Malaysia, Filipina East ASEAN Growth Area.(*)

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009