London (ANTARA News) - Cendekiawan muslim terkemuka yang juga Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Prof Dr Azyumardi Azra mengatakan bahwa mustahil Pemerintah Inggris memberlakukan Inquisisi terhadap Islam.

Inquisisi adalah bentuk pengusiran terhadap suatu agama.

Surat kabar The Guardian beberapa hari lalu melaporkan bahwa pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan rencana yang akan mengakibatkan ribuan kaum Muslim bisa dianggap sebagai kaum "ekstremis".

Disebutkan proposal itu adalah sebuah strategi melawan "teroris" yang disusun para menteri dan pejabat keamanan yang direncanakan akan diungkapkan bulan depan yang disebutkan Inggris selangkah lagi menuju perlakuan kembali Inquisisi.

Azyumardi Azra yang juga menjadi Ketua Indonesia - UK Islamic Advisory Group, yang dibentuk oleh pemerintah kedua negara, kepada koresponden ANTARA London, di KBRI London, Selasa mengatakan bahwa tidak mungkin Inggris memberlakukan Inguisisi.

Kehadiran Ketua Advisory group UK -Indonesia ke Inggris dalam rangka memenuhi undangan dari The Aga Khan Development Network (AKDN) dan sekaligus untuk mengikuti acara seminar mengenai Islam di Vatikan, Roma Italia yang akan diadakan Rabu.

Dikatakannya konperensi bertema Conference on Unity in Diversity, "Indonesian model for a society in which we live in", diselenggarakan Pemerintah Italia bekerja sama dengan Community San Edigio, Vatikan.

Pemerintah Italia, yang mempunyai banyak penduduk imigran, ingin juga belajar bagaimana Islam di Indonesia mampu menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat, ujar Prof. Dr. Azyumardi Azra, Deputi Bidang Kesejahteraan Sosial Sekretariat Kantor Wakil Presiden.


Suatu kemustahilan

Menangapi adanya isu yang menyebutkan Inggris akan memberlakukan Inquisisi, Azyumardi Azra mengatakan bahwa masyarakat Inggris yang multikultur dengan jumlah umat Islam yang cukup signifikan dan juga adanya anggota parlemen Inggris yang beragama Islam, mustahil hal itu dilakukan.

Dikatakannya Inggris malah menolak kehadiran anggota parlemen Belanda Geert Wilders yang ingin menayangkan film pendeknya, "Fitna" masuk ke negara itu karena ia dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan publik.

Hal itu menunjukkan bagaimana Inggris sangat menjaga perasaan kaum dan menimbang rasa umat Muslim di Inggris yang jumlahnya cukup banyak

Azyumardi Azra kini dikenal pula sebagai profesor yang ahli sejarah Islam dan nilai-nilai hidup Nabi Muhammad dalam pameran di Roma akan menyampaikan makalah mengenai Peranan sipil sociaty dalam kehidupan toleransi beraga di indonesia.

Dalam wawancara khusus, Azyumardi Azra mengakui bahwa Inguasisi adalah suatu cara mengusir umat Islam dari negeri ini (Inggris).

Menurut dia, kebijaksanaan itu tidak mungkin diterapkan meskipun baru berupa rumor ide dari satu dua orang dan tidak mewakili Pemerintah Inggris dan hal itu juga sangat bertentangan dengan apa yang dilakukan selama ini.

Buktinya Inggris membentuk Indonesia -UK islamic Advisory Group dalam rangka membangun hubungan yang lebih baik di antara pemerintah Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Gagasan model zaman Spanyol kuno tidak mungkin diterapkan di zaman sekarang dan apalagi dilihat dari konteks Inggris sendiri dimana masyarakat yang multikultural dan secara demografis cukup banyak jumlah kaum muslim di Inggris.

Bahkan juga ada orang Muslim di Inggris yang menduduki posisi penting baik di tingkat lokal dan juga pusat. Apalagi dalam masa sekarang komunikasi terbuka maka kemudian tidak mungkin hal itu dilakukan.

"Sebuah kemustahilan bisa saja ada munculnya individu yang memperlihatkan bermusuhan dan mengeluarkan gagasan gila yang memang selalu ada yang berpikiran seperti itu.

Bukan berarti diambil sikap resmi secara resmi oleh masyarakat dan sikap resmi pemerintah, ujarnya

Untuk itu Prof Azyurmadi Azra minta agar Indonesia jangan termakan isu seperti itu, pemerintah Inggris yang sangat menghormati umat Muslim.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009