Jakarta (ANTARA News) - Capres dari Partai Hanura Wiranto meluncurkan manifesto politik dan ekonominya yang terangkum dalam dua buku, "Meluruskan Jalan Demokrasi" dan "Meretas Jalan Baru Ekonomi Indonesia". Saat peluncuran kedua buku yang berisi gagasan-gagasannya di bidang politik dan ekonominya itu di Jakarta, Jumat malam, Wiranto menegaskan bahwa bangsa ini harus menjadi tuan di negerinya sendiri. Visi itu, ujar Wiranto, sama dengan impian para pendiri negeri ini. "Tapi faktanya kondisi masyarakat Indonesia masih jauh dari sejahtera. Kita telah gagal mewujudkan bangsa ini menjadi tuan di negerinya sendiri," ujarnya. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pengangguran dan kemiskinan masih terus menjadi permasalahan yang tidak kunjung terselesaikan. Demikian pula dengan persoalan kekayaan alam yang terkuras tetapi justru memperkaya bangsa asing serta penegakan hukum yang justru tidak mampu memberi ketenangan dan ketidakpastian bagi masyarakat. Terkait dengan semua hal tersebut, Wiranto menantang apakah bangsa Indonesia masih menghendaki kondisi semacam itu terus terjadi. "Tentunya tidak dan kita harus melakukan perubahan dan saya siap memimpin perubahan itu," ujarnya seraya disambut riuh tepuk tangan mereka yang hadir. Sementara itu dalam buku "Meluruskan Jalan Demokrasi", Wiranto mengungkapkan bahwa walaupun demokrasi merupakan jalan tepat yang harus diambil, namun perjalanannya selama lebih dari satu dasawarsa belum mampu menciptakan demokrasi yang kuat dan menyejahterakan bangsa Indonesia. Wiranto memandang demokrasi itu sebagai tata cara untuk mencapai tujuan-tujuan yang baik dengan cara-cara yang baik pula. Ia kemudian menawarkan model berdemokrasi di Indonesia yang sejalan dengan kebutuhan untuk menyandingkan demokrasi dengan kesejahteraan, yakni model yang mendayagunakan kekuatan hati nurani. Sedangkan dalam bukunya yang berjudul "Meretas Jalan Baru Ekonomi Indonesia" Wiranto antara lain menyatakan bahwa rekonstruksi paradigma perlu dicanangkan untuk mengubah wajah perekonomian bangsa ini. Ia mencatat bahwa sepanjang 63 tahun Indonesia merdeka, perjuangan bangsa untuk mendapatkan kedaulatan ekonomi ternyata belum berakhir. Realitas ekonomi, menurut dia, masih jauh dari harapan para pendiri bangsa ini yakni bangsa Indonesia belum mampu melindungi segenap tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum. "Meretas jalan baru ekonomi Indonesia berarti menggagas pembangunan ekonomi Indonesia ke depan berdasarkan visi kedaulatan dan kemandirian ekonomi menuju bangsa yang bermartabat," demikian Wiranto. Tampak hadir dalam acara tersebut diantaranya Ketua Umum PDK Ryaas Rasyid, politisi Golkar Marwah Daud Ibrahim, sejumlah fungsionaris PDP seperti Roy BB Janis, Didik Supriyanto dan Noviantika Nasution, serta sastrawan WS Rendra.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009