Labuan Bajo (ANTARA News) - Populasi Komodo (Varanus comodoensis) di Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, belakangan terus menyusut akibat berkurangnya ketersediaan mangsanya.

Sejak tahun 2000 terus menurun signifikan, bahkan pada salah satu pulau, yakni Pulau Padar, di kawasan TNK itu, tak ditemukan lagi satwa yang dilindungi tersebut, demikian ANTARA melaporkan dari Labuan Bajo, ibu kota Manggarai Barat, Sabtu.

Dari penjelajahan di Pulau Rinca dan Pulau Komodo bersama rombongan "fam trip" kalangan travel agen dari Bali yang dijadwalkan tiga hari, 6-8 Maret, hanya berhasil melihat beberapa komodo di kedua pulau tersebut.

Dacosta, salah seorang petugas TNK yang menjadi pemandu di Pulau Rinca, mengatakan, berdasarkan survei, populasi komodo terus berkurang, terutama akibat berkurangnya makanan bagi satwa itu.

Di Pulau Rinca yang populasinya sempat mencapai angka tertinggi, sekitar 1.400 ekor, kini diperkirakan maksimal 1.100 ekor.

"Kerbau dan rusak sebagai mangsa komodo sempat banyak diburu, sehingga jumlahnya juga terus berkurang," ucapnya.

Menurut dia, populasi kerbau di Pulau Rinca yang sempat mencapai 100 ekor, kini diperkirakan tinggal 60 ekor. Populasi rusa juga terus berkurang, sehinggi komodo cenderung saling memangsa.

Sementara di Pulau Komodo, populasi satwa itu yang sempat mencapai sekitar 1.500 ekor, diperkirakan turun menjadi 1.200-an.

Selain sempat terjadi perburuhan kerbau dan rusa, juga banyak komodo yang saling memangsa, kata Usman, petugas TNK yang mendampingi penjelajahan di pulau tersebut.

Bahkan di Pulau Komodo rombongan lebih dari 20 perusahaan travel agen yang didukung TransNusa, Blue Dragon dan Hotel Bintang Flores itu hanya berhasil melihat dua ekor komodo di perbukitan dan di pantai.

Terus menurunnya populasi komodo juga akibat cuaca yang kurang mendukung pada masa penetasan telur seperti bulan Februari-Aprll ini yang suhunya terlalu dingin.

Masa penetasan telur komodo memerlukan suhu lebih hangat berkisar 28-35 derajat Celcius.

"Dalam kondisi sekarang ini, dari 30 telur dalam satu sarang yang menetas beberapa saja, padahal idealnya lebih separuhnya," ujar Usman.

Untuk mempertahankan kelestarian komodo yang berada dalam kawasan yang didukung pemandangan perbukitan indah dan taman laut yang masih asli, pihak TNK meningkatkan patroli dan pengamanan.

Ari Daru dari Himpunan Pramuwisata Indonesia NTT maupun pengusaha pariwisata setempat Emil Bei, berharap keindahan pesona alam dan taman laut TNK dengan satwa komodonya, akan mendukung keinginan mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan melalui Bali maupun langsung dari Jakarta.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009