China Hadapi Masalah Berat Ekonomi

Beijing (ANTARA News) - China 2009 menghadapi masa yang berat bagi perkembangan ekonomi.

"Tahun ini dapat menjadi tahun yang berat bagi perkembangan ekonomi sejak kita memasuki abad baru," kata Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) Wu Bangguo, saat menyampaikan pidatonya dalam Sesi Kedua NPC ke-11, di gedung Balai Agung Rakyat, Beijing, Senin.

Menurut dia, sekalipun China menghadapi tantangan yang tidak mudah dalam  meningkatkan perkembangan ekonominya, tapi sejumlah peluang besar dapat dilaksanakan dengan melalui sejumlah tantangan.

Dalam upaya mencapai keberhasilan kerja selama 2009, kata Bangguo, Komite Sentral telah menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga stabilitas dan percepatan pertumbuhan ekonomi yang didasarkan atas untuk meningkatkan permintaan di domestik.

Selain itu juga, tambahnya, pemerintah akan melaksanakan pembangunan berkelanjutan dengan mempercepat transformasi pada pola pembangunan dan restuykturisasi ekonomi, menjadikan ekonomi dan pembangunan sosial lebih kuat serta lebih dinamis dalam melaksanakan perubahan dan keterbukaan.

"China juga akan menintensifkan pembangunan sosial dalam mempercepat upaya penyelesaian berbagai masalah dan masalah lain yang ada kaitannya dengan masyarakat, serta mengupayakan pertumbuhan ekonomi dan juga pembangunan sosial serta keselarasan dan stabilitas sosial," kata Bangguo.

Komite Sentral, katanya lebih lanjut, telah membuat sejumlah kebijakan besar serta menjalankan sejumlah tugas dan minta kepada anggota partai dan masyarakat untuk bersama-sama, percaya dalam menghadapi situasi sulit seperti saat ini.

PM China Wen Jiabao dalam pembukaan Sesi Kdua NPC, Kamis lalu, mengatakan rasa keyakinanya bahwa negaranya akan mampu mengatasi kesulitan dan tantangan menangani krisis keuangan global di dalam negeri, mengingat negaranya memiliki sejumlah kekuatan yang mampu mendukung upaya krisis di dalam negeri.

"Kami penuh keyakinan bahwa kami akan mampu menangani sejumlah kesulitan dan tantangan yang dihadapi saat ini, khususnya dalam menyelesaikan dampak krisis keuangan global di dalam negeri," kata PM Wen.

Sejumlah keyakinan dan kekuatan yang dimiliki China sehingga mampu mengatasi krisi, kata Wen, antara lain didasarkan pada sejumlah kebijakan serta upaya yang selama ini telah dilakukan dan dikeluarkan oleh pemerintah China untuk jangka panjang dalam upaya mengatasi krisis finansial global tersebut.

Selain itu, katanya, China juga terus memperbaharui struktur industri dan pola konsumsi, perlindungan lingkungan hidup, serta pengembangan ekosistem dan program sosial sehingga mampu mempercepat proses industrialisasi dan urbanisasi.

"China juga memiliki sistem finansial yang lunak, beranekaragam perusahaandan kebijakan pengawasan ekonomi makro yang fleksibel, disamping juga memiliki modal dan tenaga kerja yang besar. Ini semua merupakan modal bagi China untuk bisa mengatasi krisis global, khususnya di dalam neger," kata Wen.

Wen mengatakan pula bahwa sumber daya alam, ilmu pengetahuan serta teknologi yang telah diciptakan selama 30 tahun merupakan kekuatan China yang juga menjadikan negaranya yakin bisa mengatasi krisis keuangan global saat ini.

Dengan adanya keyakinan itu, katanya, pemerintah telah mentargetkan GDP nasional tahun 2009 sebesar delapan persen dan rata-rata tingkat pengangguran berada di bawah 4,6 persen, sementara tingkat inflasi sekitar empat persen, .

Dirinya menekankan bahwa tingkat GDP sebesar 8 persen iti telah dipertimbangkan dengan masak dan matang, dengan memperhatikan kebutuhan dan kemampuan dalam pembangunan berkesinambungan.(*)

Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2009

Presiden ingatkan krisis ekonomi global itu nyata

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar