Mayoritas dari 190 kasus baru corona Malaysia terkait acara di masjid

Mayoritas dari 190 kasus baru corona Malaysia terkait acara di masjid

Jamaah dengan mengenakan masker, di tengah wabah virus corona, meninggalkan Masjid Nasional setelah melaksanakan Shalat Jumat, di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (13/3/2020). ANTARA/REUTERS/Lim Huey Teng/TM

Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia melaporkan 190 kasus baru virus corona pada Minggu, yang sebagian besar di antaranya terkait dengan acara di sebuah masjid yang dihadiri oleh lebih dari 10.000 orang dari berbagai negara.

Kasus baru tersebut menambah jumlah total infeksi di Malaysia menjadi 428, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan.

Menurut kementerian, seluruh peserta acara dan kontak yang dekat dengan mereka akan menjalani karantina wajib selama 14 hari.

Otoritas kesehatan Malaysia mengatakan sekitar 16.000 orang hadir dalam acara keagamaan itu di masjid dekat Kuala Lumpur. Rangkaian acara berlangsung pada 27 Februari hingga 1 Maret. Sekitar 14.500 peserta merupakan warga Malaysia.

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada Jumat (13/3) mengatakan negaranya sedang menghadapi "gelombang kedua" infeksi corona, dan memperingatkan dampak ekonomi akibat virus tersebut.

Di negara tetangga, Brunei, 38 dari total 40 kasus yang dilaporkan juga terkait dengan acara di masjid di Kuala Lumpur tersebut. 

Singapura juga melaporkan sejumlah kasus, yang berhubungan dengan acara sama.

Sumber: Reuters

Baca juga: Corona: Masjid Al Aqsa ditutup, 190 kasus baru di Malaysia

Baca juga: WNI yang hadir di Masjid Sri Petaling diminta periksakan diri

Baca juga: Kantor Perdana Menteri Malaysia sarankan kutbah Jumat diperpendek



 

Bandara Husein Sastranegara tutup penerbangan ke Malaysia & Singapura

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar