Palembang (ANTARA News) - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menjanjikan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Sumsel dengan membuat wilayah itu sebagai lumbung energi dan pangan.

"Sumsel harus terus maju. Sumsel harus jadi lumbung energi, karena Sumsel kaya migas, listrik dan batubara. Sumsel juga harus jadi lumbung pangan karena pertanian dan perkebunannya maju. Bantuan benih dan pupuk akan terus diberikan," kata Yudhoyono saat kampanye Partai Demokrat di lapangan parkir Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Minggu sore.

Di hadapan ribuan orang simpatisan dan kader Partai Demokrat, Yudhoyono menjanjikan untuk meneruskan pembangunan infrastruktur di wilayah itu agar kemajuan dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.

Mengenai program prorakyat yang dilakukan pemerintah, Yudhoyono mengatakan kebijakan seperti BOS pendidikan, PNPM, KUR dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bukan kebijakan yang salah.

"Tidak salah negara membantu rakyatnya yang kesulitan. Negara tidak punya hati kalau tidak membantu. Agama dan undang-undang menyebutkan itu benar. Negara-negara lain juga banyak yang memberikan seperti BLT ini," kata Yudhoyono yang dipanggung didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan putranya Edhie Baskoro.

Yudhoyono menegaskan bahwa dalam kurun waktu 4,5 tahun ini banyak yang telah berhasil dicapai seperti kesejahteraan yang semakin meningkat dan perekonomian yang membaik.

"Apakah kalian ingin hasil dan capaian ini dilanjutkan atau tidak. Apakah kalian ingin Indonesia dan Sumsel terus maju," Kalau mau, pilih parpol yang konsisten, konsekuen dan bekerja keras untuk rakyat," tanya Yudhoyono yang merupakan mantan panglima Kodam Sriwijaya itu kepada massa.

Saat berkampanye, Yudhoyono mengajak massa bernyanyi bersama menyanyikan lagu "Demokrat Berjuang Untuk Rakyat" diiringi grup musik The Changcuters, dan menjelang menutup orasinya Yudhoyono bernyanyi kembali bersama grup Andra & The Backbone menyanyikan lagu Sempurna.

Yudhoyono usai kampanye itu dijadwalkan bermalam di Palembang untuk selanjutnya kembali ke Jakarta, Senin (23/3) pagi.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009