Padang (ANTARA News) - Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi mengatakan, pembangunan kembali Istano Bassa Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar diharapkan dapat diselesaikan pada tahun 2010. Untuk menyelesaikan bangunan Istano dan segala fasilitas pendukungnya itu, Pemprov Sumbar mengharapkan kepada para donatur yang telah bersedia membantu biaya pembangunannya untuk segera menyerahkan dana partisipasinya tersebut, kata Gamawan di Padang, Minggu. Hal itu disampaikannya, setelah mendampingi Menteri Kehutanan RI, M.S Kaban meninjau proyek pembangunan kembali Istano Bassa Pagaruyung. Ia menyebutkan, untuk penyelesaian fisik bangunan istano dan kelengkapan lainnya, panitia pembangunan masih dibutuhkan dana mencapai Rp9 Miliar. Pemprov Sumbar juga akan menganggarkan dana untuk menambah kekuarangan biaya pembangunan kembali Istano Pagaruyung dalam APBD. Istano Bassa Pagaruyung dibangun kembali setelah habis terbakar pada akhir Februari 2007. Bangunan Istano yang berada di Tanah Datar itu merupakan salah satu simbol adat Minangkabau peninggalan kerajaan Pagaruyung. Akibat kebakaran seluruh bangunan istana dan satu rangkiang (lumbung padi, red) ludes termasuk sejumlah dokumen dan benda-benda peninggalan sejarah dengan kerugian materil diperkirakan Rp15 miliar. Istana yang tinggal puing-puing itu telah disepakati untuk dibangun kembali dan ditandai dengan prosesi batagak "tonggak tuo" (menegakan tiang utama) pada 8 Juli 2007 dihadiri Wapres RI, Jusuf Kalla. Sebelumnya Kementerian Pariwisata, Kesenian dan Warisan Malaysia memberikan sumbangan 50 ribu Ringgit Malaysia (sekitar Rp125 juta) untuk membantu pembangunan kembali Istana Bassa Pagaruyung. Sedangkan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) RI mengalokasikan dana mencapai Rp10 miliar untuk membantu pembangunan kembali istana tersebut yang dianggarkan pada APBN 2008. Menurut Gamawan Fauzi pembangunan kembali Istana Bassa Pagaruyung membutuhkan dana mencapai Rp80 miliar, terdiri dari pembangunan fisik istana Rp20 miliar dan seluruh sarana prasarana di komplek istana sebesar Rp60 miliar.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009