10 TKI baru pulang ke Batang masih dalam pemantauan

10 TKI baru pulang ke Batang masih dalam pemantauan

Bupati Batang Wihaji bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) melakukan rakor antisipasi virus COVID-19. ANTARA/Kutnadi

Ke-10 TKI yang masih dalam pantauan oleh petugas kesehatan antara lain bekerja di Korea, Hong Kong, Singapura, Thailand, dan Malaysia.
Batang (ANTARA) - Sebanyak 10 tenaga kerja Indonesia yang baru pulang ke Batang, Jawa Tengah setelah bekerja dari sejumlah negara, masih dalam tahap pemantauan pemkab setempat  sebagai upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19.

"Jumlah TKI yang kita pantau terus bertambah semula dua  orang kini menjadi 10 orang. Namun pada pantauan itu belum ada TKI yang dinyatakan suspect virus corona," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Muchlisin usai Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forkompinda di Batang, Selasa siang.

Ke-10 TKI yang masih dalam pantauan oleh petugas kesehatan antara lain bekerja di Korea, Hong Kong, Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Para TKI yang pulang ke kampung halamannya tersebut, kata dia, karena beberapa hal seperti masa kontrak kerja mereka sudah habis, akan melangsungkan pernikahan, dan cuti.
Baca juga: Pulang magang di Jepang 10 TKI karantina mandiri
Baca juga: Pekerja asal Indonesia positif corona di Taiwan


"Yang jelas, kami telah mempersiapkan langkah penanganan, apalagi saat ini Covis-19 sudah menjadi pandemi. Kita juga sudah membentuk gugus tugas terkait penanganan COVID -19.," katanya.

Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa pemkab siap menindaklanjuti perintah Presiden dan Gubernur Jateng terkait masalah penanganan penyebaran virus corona.

"Yang terpenting saat ini, masyarakat kami minta jangan panik dan melakukan aksi borong kebutuhan yang berkaiatan dengan alat kesehatan seperti masker serta cairan antiseptik pembersih tangan (hand sanitizer)," katanya.

Terkait imbauan oleh pemkab agar masyarakat tidak melakukan kerumunan massa atau kegiatan pengajian, Bupati Wihaji mengatakan pemkab juga telah melakukan pendekatan terhadap Majelis Ulama Indonesia setempat dan tokoh agama agar menunda kegiatan yang sifatnya menimbulkan kerumunan orang.

"Kita akan pendekatan komunikasi dengan tokoh agama, pengasuh pondok pesantren, dan kiai. Rencananya besok pagi, Ketua MUI akan melakukan pertemuan dengan pengasuh ponpes dan tokoh agama untuk antisipasi penyebaran virus corona," katanya.
Baca juga: Terkait Corona, KJRI KK janji koordinasi Malaysia tunda pulangkan TKI
Baca juga: Kabar buruh Indonesia di pusat corona Korea Selatan

Pewarta: Kutnadi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

10 ribu lebih ODP, pemulangan TKI ke Riau diusulkan gunakan kapal berbeda

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar