Surabaya (ANTARA News) - Tigabelas partai politik (parpol) mendeklarasikan pencalonan aktor kawakan, Deddy Mizwar, sebagai Presiden RI dalam dokumen Deklarasi Koalisi Merak di Surabaya, Kamis.

"Kami berharap koalisi ini bisa memenuhi parliamentary threshold (ambang batas perolehan kursi di DPR) sebanyak 2,5 persen, sehingga pasangan Deddy-Saurip bisa kami ajukan sebagai capres-cawapres," kata Siti Rohani, selaku Ketua Panitia Deklarasi Koalisi Merak.

Menurut dia, kalau saja Mahkamah Konstitusi (MK) tidak memutuskan parliamentary threshold sebesar 2,5 persen mungkin partai-partai itu tidak perlu mengadakan koalisi.

"Seharusnya semua parpol berhak mengajukan calon sendiri-sendiri, apalagi ke-13 parpol ini tidak memiliki cacat dan tidak pernah menyakiti hati masyarakat. Beda dengan partai-partai besar yang kadernya duduk di lembaga legislatif," kata Rohani.

Sementara itu, Deddy Mizwar menegaskan, terbentuknya Koalisi Merak sebagai bukti keseriusan dirinya sebagai capres.

"Justru para pemimpin parpol besar yang tidak serius mencalonkan dirinya sebagai presiden karena masih menunggu Pemilu. Kalau kami, sejak awal sudah serius," kata pria berusia 54 tahun itu.

Keseriusannya terjun dalam politik praktis itu dilatarbelakangi oleh resah masyarakat terhadap situasi politik, ekonomi, dan sosial budaya saat ini.

"Tapi yang perlu diingat niatan kami terjun ke dunia politik, bukan untuk mengejar popularitas dan kekuasaan. Kami hanya ingin menjawab keresahan masyarakat," katanya.

Deddy akan menggandeng Saurip Kadi, purnawirawan TNI berpangkat Mayor Jenderal yang sempat menjadi anggota DPR dari Fraksi TNI/Polri itu.

Ketigabelas parpol Koalisi Merak adalah Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Kedaulatan, Partai Pemuda Indonesia (PPI), Partai Nasional Indonesia Marhaen (PNI Marhaen), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI).

Kemudian Partai Pelopor, Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Indonesia Sejahtera (PIS), Partai Merdeka, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), dan Partai Buruh. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009