Pandemi COVID-19 momentum migrasi layanan pendidikan ke digital

Pandemi COVID-19 momentum migrasi layanan pendidikan ke digital

Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Bappenas Mahatmi Parwitasari Saronto dalam Dialog Nasional Masa Depan Pembelajaran Digital dan Jarak Jauh di Jakarta, Rabu (18/12/2019). (ANTARA/Katriana)

... masih banyak lembaga pendidikan yang masih bingung dalam memulai seperti tata kelola digital.
Jakarta (ANTARA) - Pandemi virus corona jenis baru atau COVID-19 dapat menjadi momentum bagi lembaga pendidikan untuk melakukan migrasi dari konvensional ke digital.

"Adanya wabah ini menyadarkan kita pentingnya untuk melakukan migrasi layanan pendidikan. Baik itu pembelajaran maupun pembayaran biaya pendidikan," ujar seorang pendiri perusahaan rintisan PT InfraDigital Nusantara,Ian McKenna, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan masih banyak lembaga pendidikan yang masih bingung dalam memulai seperti tata kelola digital. Oleh karena itu, pihaknya membantu sekolah dalam melakukan migrasi data menjadi daring, pengelolaan keuangan yang baik, menerapkan pembayaran dan pendaftaran sekolah secara daring.
Baca juga: Kemendikbud lakukan transformasi digital layanan pendidikan

Direktur Operasional IDN, Indah Maryani, mengatakan pihaknya menggratiskan semua bentuk instalasi dan biaya perawatan layanan digital di sekolah.

Hal tersebut berlaku lembaga pendidikan yang baru bergabung sampai pandemi COVID-19 itu selesai di seluruh Indonesia. Instalasi dan pelatihan ke operasional sekolah akan dilakukan secara jarak jauh.

"Kami berharap pengelola lembaga pendidikan tidak harus khawatir dengan masalah keuangan dan penerimaan siswa, pada saat situasi genting seperti ini," kata Indah.
Baca juga: Kemdikbud siapkan ekosistem pendidikan berbasis digital

Dengan adanya layanan itu diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif terhadap operasional dan keuangan sekolah akibat dari wabah virus COVID-19. Orang tua juga tidak perlu lagi ke luar rumah untuk melakukan pembayaran pendidikan dan pendaftaran sekolah sehingga mencegah penyebaran virus tersebut.

Pembayaran sumbangan pendidikan melalui Jaringan IDN bisa dilakukan melalui Bank BRI, BNI/BNI Syariah, Mandiri, BCA, Danamon, aplikasi pembayaran seperti Gojek, Kaspro, Ayopop, Mobilepulsa, hingga ke ritel seperti Indomaret, dan Alfa Group.
Baca juga: Integrasi industri-pendidikan penting siapkan talenta digital

Pewarta: Indriani
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar