Tanjungpinang (ANTARA News) - Belum ada partai politik yang konsisten ikut memberantas pembajakan lagu, padahal hal itu merugikan negara, kata vokalis grup musik Letto, Noe, Jumat. "Dalam setahun Indonesia dirugikan sebesar sekitar Rp1 triliun akibat pembajakan lagu baik dalam bentuk CD, VCD maupun MP3," kata Noe di Tanjungpinang, ibukota Provinsi Kepri. Grup musik Letto datang ke Tanjungpinang untuk menghibur massa Partai Golkar yang akan berkampanye di lapangan parkir Kelurahan senggarang, Kota Tanjungpinang. "Beberapa partai hanya sebatas wacana memberantas pembajakan lagu, sementara partai lainnya sama sekali tidak menyentuh permasalahan itu," kata Noe yang menolak menyanyikan lagu sebelum menghibur massa Partai Golkar. Dia menegaskan pembajakan lagu sepanjang tahun semakin banyak terjadi. Itu lebih besar merugikan artis dan produser dibanding pajak yang diberikan negara. "Semakin menggila saja. Kondisinya semakin mengkhawatirkan," katanya. Karena itu, kata dia, banyak penyanyi yang terkenal tapi tidak mendapatkan penghasilan yang layak. Piringan CD, VCD dan MP3 lagu bajakan mencapai 94 persen, sementara piringan yang asli terjual hanya enam persen. "Partai memiliki peranan yang cukup besar dalam mengatasi permasalahan itu," ujarnya. Personel Letto belum tentu mendukung Partai Golkar meski diundang untuk menghibur massa partai tersebut. "Itu rahasia. Yang pasti kami mendukung partai yang memiliki komitmen membangun Indonesia," katanya. Namun Letto menaruh harapan yang besar kepada Partai Golkar, sebagai salah satu partai terbesar di Indonesia untuk menangani permasalahan itu secara serius. "Seharusnya pemberantasan pembajakan lagu itu menjadi misi partai besar," kata Noe.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009