Surabaya (ANTARA News) - Penerbangan domestik Surabaya-Jakarta, sejak pagi hingga Jumat malam ini, padat penumpang dan jumlahnya sekitar 60 persen dari total penumpang yang berangkat hari ini dari Bandara Juanda ke berbagai kota di Indonesia.

"Sampai malam ini, jumlah penumpang (Surabaya-Jakarta) di sini berkisar antara 10.000-11.000 orang atau sama dengan keseluruhan penumpang pada hari normal," kata Airport Duty Manager (ADM) Bandara Juanda, Djati Ranto, di Surabaya.

Ia menjelaskan, rute penerbangan tersebut merupakan jalur yang paling banyak melayani penumpang dari kalangan bisnis dan wisatawan yang ingin menikmati masa liburan panjang saat ini.

"Apalagi, rute penerbangan ini selalu disediakan oleh setiap maskapai penerbangan nasional," katanya.

Senior General Manager Area Eastern Indonesia Garuda Indonesia, Suranto, menambahkan, karena banyak orang yang ingin berlibur setelah mencentang, hingga kini hampir seluruh rute penuh terpesan.

Tingkat keterisian kursi penumpang (load factor) penerbangan Surabaya-Jakarta hari ini mencapai sekitar 100 persen.

"Kondisi ini terjadi di penerbangan tujuan Jakarta, Denpasar, Hong Kong, dan Singapura," katanya.

"Load factor" ini, kata dia, naik signifikan dari posisi harian penerbangan Garuda yang berada di 87 persen. Namun, angka ini diperkirakan turun pada hari Sabtu dan Minggu (10-11/4) karena penumpang sudah berada di tujuan.

"Rata-rata akan berada di angka 80 persen saja. Arus balik biasanya terjadi pada Minggu petang dan Senin pagi," katanya.

Terkait Pemilu, terang dia, selain "booming" penumpang karena hari H-nya merupakan hari yang diliburkan, pesta demokrasi ini memberikan sumbangan peningkatan 5 hingga 10 terhadap load factornya.

"Inilah peluang bisnis di tengah krisis dan itu bagus bagi kami. Namun, dari sisi tarif kami tetap memberlakukan tarif lama karena ketentuan internalnya tidak ada perubahan tarif," katanya.

Ia memperkirakan, kondisi ini akan berlangsung hingga pemilihan presiden yang berpeluang berlangsung hingga dua putaran. Mengenai adanya semacam penumpang yang ingin menyewa pesawat, pria berkaca mata ini tidak melihatnya.

"Namun, kalau reservasi secara berkelompok memang cukup banyak. Kami yakin hal ini juga dirasakan oleh perusahaan penerbangan yang lain," katanya.

Secara terpisah, Kepala Komunikasi Mandala Airlines, Trisia Megawati, menyatakan kondisi yang sama juga terjadi pada perusahaan penerbangan yang menaunginya. Kini, rata-rata "load factor" Mandala Airlines telah mencapai lebih dari 90 persen.

"Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, Mandala menyediakan tambahan penerbangan untuk rute yang banyak diminati seperti Jakarta-Surabaya pulang pergi," katanya.

Ia mengatakan, kenaikan jumlah penumpang ini disebabkan banyaknya pemilih yang pulang ke daerahnya masing-masing. "Dengan Pemilu dan disertai dengan liburan panjang, kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk berlibur bersama keluarga," katanya.
(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009