PDIB: Jaga jarak harus dilakukan tegas cegah penularan COVID-19

PDIB: Jaga jarak harus dilakukan tegas cegah penularan COVID-19

Petugas kepolisian Polsek Rangkasbitung membubarkan warga yang berkumpul di jalan raya Multatuli di Lebak, Banten, Selasa (24/3/2020). Razia tersebut untuk menghimbau masyarakat agar tidak berkumpul dalam keramaian serta tetap melakukan jaga jarak (social distancing) guna mengantisipasi penyebaran virus Corona COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Jakarta (ANTARA) - Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) mengharapkan kepada pemerintah Indonesia agar berlaku tegas atas kepatuhan masyarakat untuk menjaga jarak aman sosial (social distancing) dalam mencegah penularan dan penyebaran COVID-19 di Tanah Air.

"Penetapan aturan yang sangat ketat ini, hasil akhir adalah keselamatan dan kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia," kata Ketua Umum PDIB James Allan Rarung kepada ANTARA, Jakarta, Rabu.

Dengan adanya tindakan tegas itu, diharapkan akan dapat mempersempit ruang gerak penularan infeksi COVID-19, sehingga para petugas kesehatan dan petugas garis terdepan lainnya akan lebih mudah melokalisir penyebaran infeksi COVID-19.

Baca juga: Cegah COVID-19, Polri imbau ojek online jaga jarak saat tunggu orderan

Baca juga: Sosiolog: Kohesivitas sosial perlu ditingkatkan hadapi COVID-19

Baca juga: Erick sebut jaga jarak fisik pilihan terbaik cegah penyebaran COVID-19


Dengan demikian, diharapkan secara bertahap tapi pasti akan dapat menghentikan atau memutus rantai penularan COVID-19.

Kepatuhan melakukan jaga jarak fisik itu bertujuan mengurangi korban terinfeksi virus Corona penyebab COVID-19, sekaligus mengurangi angka kematian bagi rakyat Indonesia.

"Kebijakan dan tindakan yang cepat dan tepat dari Presiden Joko Widodo akan sangat menentukan dalam pemberantasan infeksi virus corona ini bagi rakyat Indonesia," ujar James.

James mengapresiasi pemerintah baik pusat dan daerah yang telah melakukan berbagai kerja dan upaya keras untuk mengatasi pandemi COVID-19. Salah satu upaya yang efektif adalah dengan cara memutus rantai penularan penyakit melalui physical distancing.

Namun, menurut James, di lapangan masih banyak terlihat adanya masyarakat yang tidak patuh atas upaya menjaga jarak aman sosial itu.

Untuk itu, PDIB mengharapkan Presiden Joko Widodo mengambil kebijakan untuk mengerahkan kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menerapkan secara tegas jaga jarak fisik di seluruh wilayah Tanah Air.*

Baca juga: Cegah COVID-19, Wapres minta semua masyarakat taati imbauan Pemerintah

Baca juga: Tetap jaga jarak dan belanja ketika sepi saat wabah COVID-19

Baca juga: Starbucks tutup banyak kafe di AS, Kanada cegah penyebaran corona

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dalam sehari, ada 195 pasien berhasil taklukan corona

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar