Jayapura, (ANTARA News) - Kondisi keenam anggota Brimob Polda Papua yang menjadi korban penghadangan yang dilakukan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) , Rabu (15/4) di Kampung Lumbok Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua tampak mulai stabil.

Keenam anggota Brimob Polda Papua dan polres Puncak Jaya itu dievakuasi ke Jayapura, Kamis (16/4) dan setelah dilakukan observasi, dua diantaranya dirujuk ke RSUD Dok 2 Jayapura untuk dilakukan operasi termasuk mengeluarkan proyektil dari tubuh mereka.

Kepala Kedokteran dan Kesehatan Polda Papua Kombes HM Zamil di Jayapura Jumat, mengakui, secara keseluruhan kondisi keenam anggota Brimob dan Polres dalam kondisi stabil termasuk dua diantaranya yang sudah menjalani operasi.

"Saat ini keenam anggota Polri itu dirawat di RS Bhayangkara, Kotaraja," ungkap Kombes drg Zamil seraya menambahkan, pihaknya juga akan melakukan operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru dari keempat anggota lainnya.

Penghadangan yang dilakukan OPM itu mengakibatkan tujuh anggota Polri mengalami luka tembak, satu diantaranya tewas saat dilakukan evakuasi ke Jayapura, yakni Brigadir Musa Aninam.

Keenam anggota yang mengalami luka tembak antara lain Bripda Basri Haineka,Brigadir Adam Hanock, Brigadir Khomarun Huda, Brigadir Choirudin Hamin, Bripda Roland Patigaja, Bripda Nusram.(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2009