Jumlah pengungsi di Cibeber-Cianjur terus bertambah akibat longsor

Jumlah pengungsi di Cibeber-Cianjur terus bertambah akibat longsor

Pengungsi di Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, terus bertambah karena warga takut longsor seiring tingginya curah hujan setiap hari. ANTARA/Ahmad Fikri

kemungkinan akan terus bertambah
Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, mencatat jumlah pengungsi akibat bencana alam longsor di sejumlah kampung di Kecamatan Cibeber, terus bertambah, hingga saat ini 1.029 orang mengisi tenda dan tempat pengungsian.

"Di lokasi pengungsian yang terpusat di Desa Karangtunggal, saat ini jumlahnya mencapai 1.029 orang dan kemungkinan akan terus bertambah," kata Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan pada wartawan di Cianjur, Jumat.

Sejak longsor terjadi beberapa hari yang lalu, di lima kampung di Kecamatan Cibeber, warga belum berani pulang ke rumahnya masing-masing karena takut longsor susulan terjadi dan pergerakan tanah yang terus meluas.

Baca juga: Jalur penghubung antar kabupaten Cianjur-Bandung putus akibat longsor
Baca juga: BPBD Cianjur catat 104 rumah rusak dan terancam longsor


Kondisi tersebut membuat pengungsi terus bertambah karena longsor kecil sempat terjadi beberapa hari yang lalu, saat hujan turun deras dengan intensitas lama, sehingga merusak sejumlah rumah warga.

"Longsor susulan yang sempat terjadi, membuat jumlah pengungsi meningkat tajam dari 100 jiwa menjadi 1.029 jiwa yang terbagi di sejumlah tempat pengungsian yang dinilai aman," katanya.

Ia menjelaskan, pengungsi saat ini terpusat di sejumlah titik pengungsian seperti di bangunan sekolah dasar dan di tenda darurat yang dibangun BPBD Cianjur bersama relawan.

Baca juga: Longsor, Bina Marga Jabar imbau warga hati-hati lintasi jalur selatan
Baca juga: Jalur menuju selatan Cianjur kembali tertutup longsor


Hingga saat ini, BPBD Cianjur terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memenuhi kebutuhan sembako, air bersih dan kebutuhan lain termasuk mendirikan dapur umum di sejumlah titik pengungsian.

Sedangkan terkait antisipasi merebaknya COVID-19, tutur dia, pihaknya mendirikan posko bantuan bencana di area yang jauh dari pengungsian agar kesehatan warga tetap terjaga dan tidak ada donatur yang turun langsung ke lokasi.

"Antisipasi COVID-19 tetap dilakukan dengan tidak mengizinkan pemberi bantuan untuk turun ke lokasi, sehingga kami siapkan posko bantuan satu pintu yang didirikan tidak terlalu jauh dari lokasi pengungsian," katanya.

Baca juga: Longsor lagi, jalur selatan Cianjur kembali terputus Kamis siang
Baca juga: Jalur Cikadu-Ciwidey dapat dilalui setelah 8 jam tertutup longsor

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menhub resmikan reaktivasi jalur KA Ciranjang-Cipatat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar