Jakarta (ANTARA News) - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengajak semua pihak untuk berpikir jernih menyikapi adanya sejumlah masalah dalam pemilu 9 April dan bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut melalui lembaga yang ada.

"Saya ikuti dinamika politik dan ikuti pemberitaan. Ada yang tidak ingin ikut pilpres bila pelanggaran ini tidak diselesaikan. Ada juga yang bilang memboikot kalau urusan DPT tidak dibereskan. Suara-suara itu juga suara saya. SBY sama berpendapat agar diselesaikan," kata Yudhoyono di Jakarta, Selasa (21/4).

Ia memaparkan, pelanggaran dalam pemungutan suara baik berupa pidana maupun adminsitratif dalam pemungutan suara. Yudhoyono mendorong penyelesaian melalui lembaga yang diatur dalam undang-undang yaitu Kepolisian, Kejaksaan, Mahkamah Konstitusi , Mahkamah Agung, Bawaslu dan panwaslu.

Yudhoyono memaparkan sejak pekan lalu, dalam kapasitasnya sebagai Presiden, sudah pernah menyampaikan pada Mendagri Mardiyanto dan menitipkan pesan pada KPU agar permasalahan DPT dapat diselesaikan dan masyarakat mendapat penjelasan yang jelas.

"Minggu lalu saya katakan, tolong yakinkan DPT ini benar. Sakit rasanya kita tidak ada niat untuk aneh-aneh kemudian dituduh curang dan main dengan DPT," katanya.

"Saya punya perasaan yang lebih dari itu. Sudah saatnya Insya Allah dengan kehendak Tuhan Yang Maha Esa dilaksanakan pemilihan presiden kemudian semua tahu kalau proses benar tidak ada permasalahan dengan DPT," tegasnya.

Kompetisi

Ia mengatakan saatnya para elit politik memperlihatkan pada rakyat bahwa mereka siap berkompetisi dengan baik dengan saling menghormati, menjaga kepatutan serta menjaga nilai yang baik dalam demokrasi di negeri ini.

"Saya akan mengalami perasaan yang tidak enak, saya ingin kalau sudah sepakat dengan DPT untuk pilpres dengan kesiapan KPU dan kita semua, mari kita berkompertisi dengan baik. Saya pun juga ingin berkompetisi secara sehat dan fair. Bukan belum-belum hasilnya
dibilang curang, tidak baik demokrasi seperti ini," katanya.

Jangan Galak

Ia juga meminta pihak yang selalu menuding adanya kecurangan untuk berhati-hati dalam menyampaikan pernyataannya.

"Hati-hati jangan terlalu galak mengatakan curang, belum lama pemilu 2004 berlangsung saya punya memori yang banyak,tapi biarlah bagian dari masa lalu. Jangan banyak menguliahi soal curang dan tidak curang, saya juga punya "pengetahuan tentang beliau-beliau di masa lalu," tegasnya.

Namun demikian Yudhoyono mengajak semua pihak untuk melakukan proses pendewasaan demokrasi.

"Marilah kita sambut masa depan dengan hati yang bersih,pikiran yang jernih dengan suasana membangun aturan main yang baik sehingga demokrasi makin berkualitas," katanya. (*)

Editor: Guntur Mulyo W
Copyright © ANTARA 2009