Jakarta (ANTARA News) - Angin kencang yang menumbangkan pohon di sejumlah wilayah di Jakarta, pada Selasa (21/4), telah menyisakan sampah daun dan batang kayu dihampir semua jalan-jalan utama di Jakarta.

"Tahun ini peringatan Hari Bumi di Jakarta terpaksa harus diisi dengan acara bersih-bersih akibat sampah-sampah pohon tumbang. Tidak seperti tahun lalu yang diisi dengan aksi penanaman pohon," kata Toha, seorang petugas Pertamanan DKI, di Jakarta, Rabu.

Hujan disertai angin kencang yang terjadi di beberapa wilayah di Jakarta, Selasa sore, telah mengakibatkan pohon perindang di jalan-jalan utama roboh, seperti di daerah Lapangan Banteng, Gambir, Cempaka Putih, dan kawasan Senen, Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

Angin puting beliung yang bertiup sangat kencang di sekitar Lapangan Banteng menyebabkan pohon-pohon di depan kantor pusat Departemen Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, tumbang bagian atasnya.

Terjangan puting beliung mengejutkan, membuat panik sebagain warga Jakarta.

"Saya kaget dan langsung berlindung di Kantor Depkeu," kata Asep, tukang ojek yang sehari-hari mangkal di simpang Jalan Wahidin, Jakarta.

Pada Selasa (21/4), sejak pagi hingga tengah hari, secara merata suhu udara di Jakarta sangat tinggi. Bahkan kawasan ibukota dan sekitarnya terasa lebih panas dari hari-hari biasa.

Data Badan Metereologi dan Geofisika (BMG), menunjukkan suhu udara pada hari Selasa mencapai 33 derajat celcius.

Hingga Rabu siang, para petugas Suku Dinas Pertamanan DKI Jakarta masih membersihkan sampah daun dan kayu yang berserakan di kompleks kantor Departemen Keuangan, jalan Wahidin, Jakarta.

"Masih banyak sampah di Jakarta yang harus kami bersihkan. Itu membuat kami harus kerja lebih keras," kata Toha dari Suku Dinas Pertamanan DKI Jakarta itu.

Dia berharap, pada peringatan Hari Bumi pada tahun-tahun mendatang, kota Jakarta semakin bersih dari sampah dan suhu udara tidak panas seperti saat ini.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009