Zuckerberg dan Bill Gates gotong-royong cari obat COVID-19

Zuckerberg dan Bill Gates gotong-royong cari obat COVID-19

CEO Facebook, Mark Zuckerberg. (REUTERS)

Jakarta (ANTARA) - Chan Zuckerberg Initiative, organisasi filantropis yang diluncurkan oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg dan istrinya Priscilla Chan pada 2015, menyumbang 25 juta dolar AS atau sekitar Rp400 juta kepada Bill Gates untuk riset obat virus corona baru (COVID-19).

Dikutip dari Business Insider, Minggu, kontribusi Zuckerberg dan istrinya datang setelah Bill & Melinda Gates Foundation meluncurkan COVID-19 Therapeutics Accelerator pada awal Maret.

“Priscilla dan saya berkomitmen 25 juta dolar AS untuk mempercepat pengembangan pengobatan untuk COVID-19. Kami bermitra dengan Gates Foundation dan yang lainnya agar dapat dengan cepat mengevaluasi obat yang paling menjanjikan untuk dilihat mana yang mungkin efektif dalam mencegah dan mengobati virus corona,” ujar Zuckerberg.

Baca juga: Facebook sumbang 720 ribu masker untuk petugas medis COVID-19

Baca juga: Mark Zuckerberg akan danai tes virus corona


“Karena obat-obatan ini telah melalui uji keamanan klinis, dan jika efektif, akan lebih cepat membuatnya tersedia daripada mengembangkan dan menguji vaksin baru — semoga dalam hitungan bulan, bukan satu tahun atau lebih. Saya tidak sabar melihat apa yang ditemukan oleh Therapeutics Accelerator,” demikian pengumuman yang diunggah Zuckerberg di Facebook.

Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengembangkan perawatan pengobatan yang terjangkau untuk COVID-19 yang dapat didistribusikan dalam skala besar. Tim riset akan mengevaluasi obat baru tersebut untuk digunakan dalam pengobatan pasien COVID-19.

Hasil riset obat juga diharap dapat digunakan untuk melawan patogen virus lain dalam jangka panjang. COVID-19 Therapeutics Accelerator juga akan bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam proyek tersebut.

Sebelumnya, Mastercard dan yayasan amal Wellcome juga bermitra dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk mengambil bagian dari inisiatif tersebut, dengan memberikan dana sebesar 125 juta dolar AS atau sekitar Rp2 triliun pada saat peluncuran proyek tersebut.

Sementara, langkah Facebook untuk terlibat dalam penelitian itu merupakan salah satu dari beberapa upaya yang dilakukan sejumlah raksasa teknologi Silicon Valley untuk membantu memerangi penyebaran virus corona, yang telah menewaskan hampir 25.000 orang dan menginfeksi lebih dari setengah juta orang di seluruh dunia.

Amazon dan Microsoft memberikan kontribusi bantuan dana 2,5 juta dolar AS kepada organisasi yang bekerja untuk masyarakat yang terkena dampak wabah virus corona di wilayah Seattle.

Facebook sebelumnya juga telah meluncurkan program 100 juta dolar AS untuk membantu bisnis kecil yang terkena dampak dari pandemi tersebut, sedangkan Apple akan menyumbang 10 juta masker untuk bantuan di Amerika Serikat.

Baca juga: Penyesalan terbesar Bill Gates: Windows Mobile

Baca juga: Facebook Messenger sediakan hub komunikasi pandemi corona

Baca juga: Tips agar jualan online laris manis saat Ramadhan dan corona


Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Uang virtual Libra Facebook tidak berlaku di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar