Kasus corona terus meningkat, Korsel perlu tambahan bantuan keuangan

Kasus corona terus meningkat, Korsel perlu tambahan bantuan keuangan

Warga memakai masker untuk melindungi diri dari penularan virus corona (COVID-19) di Seoul, Korea Selatan, Rabu (25/3/2020). (REUTERS/KIM HONG-JI)

Seoul (ANTARA) - Korea Selatan melaporkan 78 kasus tambahan virus corona pada Senin, membuat kenaikan kasus COVID-19 tetap stabil, sehingga Presiden Moon Jae-in menggelar rapat darurat dengan para pembuat kebijakan ekonomi untuk membahas bantuan keuangan bagi masyarakat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengatakan jumlah total kasus COVID-19 di negara tersebut mencapai 9.661, sementara jumlah kematian bertambah 6 menjadi 158. KCDC juga melaporkan bahwa 195 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19, menambah total kasus sembuh menjadi 5.228.

Jumlah harian infeksi corona baru di Korea Selatan mencapai sekitar 100 atau kurang selama tiga pekan terakhir, namun pemerintah telah memperketat pemeriksaan perbatasan saat wabah kecil terus muncul dan jumlah kasus infeksi dari luar negeri meningkat. Sedikitnya 13 dari kasus COVID-19 terbaru di Korsel adalah pelancong luar negeri, menurut data KCDC.

Korea Selatan pada Minggu mengumumkan bahwa mulai 1 April 2020 semua pendatang dari luar negeri harus menjalani karantina wajib selama dua pekan.

Presiden Moon akan mengumumkan rincian bantuan rumah tangga pada Senin nanti. Ia telah menggandakan paket dana penyelamatan yang direncanakan bagi perusahaan-perusahaan Korsel menjadi 100 triliun won (sekitar 81,6 miliar dolar AS).

Sumber: Reuters

Baca juga: Korea Selatan mohon warga tetap patuhi imbauan karantina mandiri

Baca juga: Pertama kali, pasien sembuh di Korsel semakin banyak

Baca juga: Korsel, China, Jepang bahas kerja sama terkait pandemi virus corona

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

RI terima bantuan 479 ribu alat tes PCR

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar