Rupiah menguat sejalan dengan mulai bangkitnya ekonomi China

Rupiah menguat sejalan dengan mulai bangkitnya ekonomi China

Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di Valuta Inti Prima (VIP), Jakarta, Jumat (29/9). . ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/kye/17 (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa menguat sejalan dengan mulai bangkitnya ekonomi China pasca diterpa wabah COVID-19.

Rupiah ditutup menguat 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.310 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.338 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa, mengatakan, kabar gembira datang dari China dimana Biro Statistik Nasional Negeri Tirai Bambu itu melaporkan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur periode Maret sebesar 52, melonjak drastis dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 35,7 sekaligus menjadi catatan terbaik sejak September 2017.

"Lonjakan PMI menunjukkan industri manufaktur China sudah bangkit setelah dihantam virus Corona," ujar Ibrahim.

PMI menggambarkan pembelian bahan baku atau penolong dan barang modal yang digunakan untuk proses produksi pada masa mendatang.

Tidak hanya manufaktur, PMI sektor jasa juga melejit dari 29,8 menjadi 52,3. Itu semakin mempertegas bahwa aktivitas ekonomi China sudah sembuh.

Sementara itu, pasar juga kembali menaruh harapan besar terhadap stimulus fiskal, terutama di AS. Salah satu program dalam stimulus tersebut adalah bantuan untuk pengembangan vaksin COVID-19.

Jumlah pasien COVID-19 di seluruh dunia sekitar 784 ribu orang dan korban jiwa mencapai 37 ribu orang dan saat ini yang menduduki rangking teratas atas kasus positif COVID-19 adalah Amerika

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump melalui paket stimulus fiskal bernilai 2,2 triliun dolar AS, mencoba mempercepat penemuan vaksin COVID-19. Pemerintah menyediakan dana bagi perusahaan farmasi di AS untuk meningkatkan produktivitas mereka.

Dari domestik, Presiden Joko widodo mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan status darurat kesehatan masyarakat untuk menanggulangi wabah COVID-19 di Indonesia.

Kebijakan tersebut diambil setelah menetapkan COVID-19 sebagai jenis penyakit dan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan masyarakat.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp16.330 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp16.310 per dolar AS hingga Rp16.378 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp16.367 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp16.336 per dolar AS.



Baca juga: Gubernur BI bersyukur sepekan terakhir nilai tukar rupiah stabil
Baca juga: Rupiah Selasa pagi menguat 13 poin
Baca juga: Rupiah Senin sore jatuh, dipicu rencana pemerintah batasi akses

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BI pertahankan suku bunga acuan 4,5 persen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar