Penuhi pembiayaan APBN, Lelang SUN serap Rp22,2 triliun

Penuhi pembiayaan APBN, Lelang SUN serap Rp22,2 triliun

Kementerian Keuangan (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana Rp22,2 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan total penawaran masuk Rp33,5 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa, menyatakan lelang tersebut melebihi target indikatif yang ditetapkan Rp15 triliun.

Untuk seri SPN12200703, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,32 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 2,5 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 3 Juli 2020 ini mencapai Rp2,5 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 2,45 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 2,95 persen.

Untuk seri SPN12210401, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp4,3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,44907 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 1 April 2021 ini mencapai Rp7,6 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 3,35 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 3,55 persen.

Untuk seri FR0081, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp8 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,15431 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2025 ini mencapai Rp9,46 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 6,5 persen ini mencapai 7,11 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,55 persen.

Untuk seri FR0082, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp6,35 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,82987 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 September 2030 ini mencapai Rp8,51 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 7,78 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,27 persen.

Untuk seri FR0080, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,22995 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035 ini mencapai Rp3,59 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 8,17 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,53 persen.

Untuk seri FR0083, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,33942 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 April 2040 ini mencapai Rp1,48 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 8,27 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,65 persen.

Pemerintah tidak memenangkan lelang untuk seri FR0076 meski penawaran mencapai Rp0,26 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 8,34 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 8,95 persen.

Sebelumnya, dalam lelang tujuh seri SUN pada Selasa (17/3), pemerintah menyerap dana sebesar Rp17,05 triliun dari penawaran masuk mencapai Rp51,3 triliun.

Baca juga: Sri Mulyani: Tingginya penawaran SUN tanda kepercayaan pelaku pasar

Baca juga: Pemerintah utamakan pembiayaan swasta dalam RPJMN 2020-2024

Baca juga: Pemerintah bersikap "oportunistik" terhadap kebutuhan pembiayaan APBN


 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Biayai defisit fiskal, Bank Indonesia beli Surat Utang Negara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar