Israel tangkap sukarelawan COVID-19 Palestina

Israel tangkap sukarelawan COVID-19 Palestina

Seorang pria ultra-Ortodoks Yahudi berdiri di samping paramedis dengan baju pelindung di tempat pemungutan suara khusus tempat warga Israel dikarantina akibat virus corona baru bisa memberikan suaranya dalam pemilihan nasional Israel, di Yerusalem, Senin (2/3/2020). ANTARA/REUTERS/RONEN ZVULUN/TM

Yerusalem (ANTARA) - Polisi Israel menangkap enam warga Palestina saat mereka pada Selasa (31/3) secara sukarela membantu masyarakat di Yerusalem untuk melawan wabah virus corona.

Saksi mata mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa anggota kelompok sukarelawan sedang melakukan kampanye soal sterilisasi di Sur Baher, di bawah pengawasan dokter spesialis.

LSM HAM Palestina, Wadi Hilweh Information Center, menyebutkan di akun Facebook "polisi Israel menyita bungkusan makanan untuk keluarga di Kota Sur Baher, yang disimpan di sekolah, dan menyerang warga dengan gas dan granat setrum selama proses penyitaan."

Para warga menggalang aksi dana bagi keluarga-keluarga yang menjalani karantina khusus akibat pandemi COVID-19.

Sejak virus corona menyebar, polisi Israel telah menahan puluhan warga Palestina, yang secara sukarela ingin membantu langkah pencegahan di Yerusalem.

Israel  pada Selasa mengonfirmasi 5.358 kasus virus corona dengan 20 kematian.

Virus corona,  yang pertama kali  muncul di Wuhan di China tengah pada Desember lalu, telah menyebar ke sedikitnya 200 negara dan wilayah, menurut data yang dikumpulkan Johns Hopkins University, yang berbasis di AS.

Lebih dari 838.000 kasus dilaporkan dari seluruh dunia dengan total kematian melebihi 41.000 sementara pasien sembuh dilaporkan berjumlah hampir 176.000.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Pasien COVID-19 naik 40% di Israel, Montenegro laporkan kasus pertama

Baca juga: Staf terinfeksi corona, kabar Netanyahu belum jelas

Baca juga: Otoritas Palestina larang turis asing ke Tepi Barat karena corona
​​​​​​​

 

Jokowi minta stok pangan aman di tengah wabah COVID-19

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar