Antisipasi COVID-19, BNI layani penarikan uang pensiun lewat ATM

Antisipasi COVID-19, BNI layani penarikan uang pensiun lewat ATM

Dokumentasi - Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati (kiri) pada penandatanganan MoU antara BNI dan BJB di Jakarta, Selasa (25/6/ 2019) ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama

Dengan cara ini transaksi penarikan dana pensiun menjadi jauh lebih aman dan nyaman
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melayani penarikan uang pensiunan periode April 2020 melalui anjungan tunai mandiri (ATM) untuk menjaga jarak aman mengantisipasi penyebaran COVID-19.

"Ini untuk meningkatkan perlindungan terhadap para pensiunan yang rata-rata merupakan kelompok yang paling rentan terjangkit COVID-19," kata Direktur Layanan dan Jaringan BNI Adi Sulistyowati di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, bank BUMN itu bekerja sama dengan PT Taspen (Persero) dalam pembayaran uang pensiun lewat ATM sehingga mereka tidak perlu bertatap muka dengan petugas bank sekaligus menerapkan kebijakan jaga jarak fisik.

Ia menjelaskan pensiunan yang memiliki kartu ATM dapat melakukan tarik tunai atau melalui Agen46 terdekat tanpa perlu melakukan autentifikasi atau datang ke kantor cabang bank itu.

Sedangkan bagi pensiunan yang belum memiliki kartu ATM BNI, dapat mendatangi kantor cabang untuk mengikuti prosedur penarikan tunai tanpa kartu ATM.

Kebijakan itu ditempuh kedua BUMN ini sebagai respons kewaspadaan terhadap penyebaran wabah virus corona jenis baru (COVID-19) dan guna mengikuti arahan pemerintah untuk melakukan physical distancing.

"Dengan cara ini transaksi penarikan dana pensiun menjadi jauh lebih aman dan nyaman," imbuhnya.

Jumlah pensiunan Taspen yang akan menerima manfaat dana pensiun pada April 2020 dan dilayani BNI mencapai sekitar 34.701 nasabah.

Pembayaran dana pensiun tersebut dapat dilakukan di seluruh cabang bank pelat merah itu di bawah 57 cabang padanan Taspen yang disebut Kantor Cabang Koordinator (Kancako).

Ia mendorong kepada pensiunan di tengah penyebaran COVID-19, untuk bertransaksi secara elektronik menggunakan sarana mobile banking sehingga arahan pemerintah untuk di rumah saja dapat diikuti dengan nyaman.

Apabila tetap membutuhkan layanan perbankan di cabang, lanjut dia, layanan kepada pensiunan dipastikan aman karena telah diterapkan protokol pengamanan virus corona.

Protokol tersebut antara lain protokol tindakan preventif, yaitu berupa pengecekan suhu tubuh kepada semua orang yang masuk ke kantor cabang.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan penyanitasi tangan di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau oleh pensiunan.

Kemudahan yang sama juga diberikan oleh Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan (DPLK) BNI.

Untuk menekan potensi terjangkit COVID -19, para peserta DPLK dapat melakukan aktivitas setoran ke rekening DPLK-nya (BNI Simponi) melalui kanal elektronik (i-bank, M-bank, ATM, SMS Banking, Phone Banking, BNI Direct).

Sedangkan bagi para peserta yang akan mencairkan dananya, ujar Adi, dapat melakukan pengiriman dokumen secara elektronik melalui email dan mengirimkan dokumen fisik ke DPLK BNI.

"Setelah proses selesai maka pengambilan dananya dapat dilakukan melalui ATM bank manapun," katanya.

Baca juga: BNI siapkan kebijakan restrukturisasi kredit usaha terdampak COVID-19
Baca juga: BNI beri proteksi pekerja medis dan masyarakat lawan COVID-19
Baca juga: BNI Syariah siap bantu nasabah pembiayaan terdampak COVID-19

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar