Tersangka perampok toko emas Tamansari meninggal akibat COVID-19

Tersangka perampok toko emas Tamansari meninggal akibat COVID-19

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus saat memberikan keterangan pers di Markas Polda Metro Jaya. ANTARA/Fianda Rassat/am.

Saat ini jenazah korban sedang ditangani oleh RS Polri Kramat Jati sesuai dengan SOP penanganan jenazah COVID-19.
Jakarta (ANTARA) - Tersangka perampokan Toko Emas Cantik di Tamansari yang berinisial AG (67) meninggal dunia diduga akibat terjangkit virus corona atau COVID-19 dan komplikasi penyakit gula yang dideritanya.

"Tadi siang yang bersangkutan tersangka itu meninggal dunia, setelah dicek oleh dokter, yang bersangkutan memang ada positif COVID-19," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Kedoya, Jakarta Barat, Kamis.

Saat ini jenazah korban sedang ditangani oleh RS Polri Kramat Jati sesuai dengan SOP penanganan jenazah COVID-19.

Dijelaskan Yusri, tersangka AG ditangkap sekitar satu bulan yang lalu lantaran melakukan perampokan toko emas di daerah Tamansari, Jakarta Barat.

Baca juga: Petugas evakuasi warga pingsan di SPKT Polda Metro Jaya

Baca juga: Polda Metro: Tidak ada penutupan jalan, simulasi hanya gunakan peta

Baca juga: Polda Metro simulasikan pembatasan kendaraan dari dan ke Jakarta


Setelah dilakukan penangkapan kepada tersangka, polisi kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan kepada AG dan diketahui jika yang bersangkutan menderita penyakit gula.

Penyidik kepolisian kemudian memutuskan untuk membawa AG ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan medis.

"Pada bulan lalu saat selesai dilakukan penangkapan yang bersangkutan memang ada penyakit gula, kemudian diantar ke RS Polri Kramat Jati selama kurang lebih satu bulan di sana, di RS Polri Kramat Jati," ujar Yusri.

Pada awalnya AG tidak terdeteksi terjangkit COVID-19, namun setelah dirawat di RS Polri Kramat Jati dan setelah diperiksa lebih lanjut ternyata tersangka positif terjangkit COVID-19.

"Saat itu memang yang bersangkutan tidak terindentifikasi positif COVID-19, setelah di dalam itu baru berjalan dan dicek oleh dokter ternyata COVID-19 sehingga dimasukan ke ruangan khusus," tuturnya.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polda Metro Jaya cegah hampir 10.000 calon pemudik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar