Gubernur Sulsel panen jagung varietas NA di Soppeng

Gubernur Sulsel panen jagung varietas NA di Soppeng

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah saat memanen jagung varietas NA1 dan NA2 yang ditanam sejak 21 Januari 2020 di Kabupaten Soppeng.ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, melakukan panen jagung varietas NA1 dan NA2 yang ditanam pada 21 Januari 2020 di Kabupaten Soppeng.

"Kita bersyukur kepada Allah SWT Alhamdulillah tanggal 21 Januari 2020 kita melaunching varietas jagung NA1 dan NA2, benih asal Jepang. Nah varietas NA1 dan NA2 ini produksinya 12.5 ton per hektare, umurnya juga lebih pendek, hanya 70 hari," jelas Nurdin Abdullah dalam keterangan resminya, Sabtu.

Ia menjelaskan, alasan dinamakan NA1 dan NA2 karena memang dirinya yang membawa varietas unggul ini dari Jepang. Kemudian mengembangkan bersama Dr Asrai dan ini tentunya atas inovasi juga dari mantan Kepala Dinas Pertanian Fitriani pada saat menjabat.

"Hari ini kita panen pas umur 70 hari, bahkan satu batang ini ada dua tongkol ada tiga tongkol. Jadi sekarang tentu tidak lagi berpikir perluasan areal, tetapi bagaimana kita menciptakan benih-benih unggul yang bisa menghasilkan produksi tinggi," ujarnya.

Baca juga: Gubernur: Semua yang masuk ke Sulsel diisolasi 14 hari

Laki-laki kelahiran Parepare ini berharap, dengan lahirnya varietas NA1 NA2 ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani Sulsel. Sebab, akan didatangkan teknologi dan akan dibangun pusat pengolahan di Sulsel lalu dikirim untuk kebutuhan dunia.

"Rencananya kita akan datangkan investornya, karena memang ide awal bibitnya dari investor Jepang. Memberikan ke kami untuk mengembangkan karena varietas ini jagung manis mau dimasak lantas di vakum dan dibekukan dan bisa bertahan sampai satu tahun. Ini alatnya akan mereka bawa langsung ke Indonesia untuk kita kembangkan. Nah kita berharap Indonesia akan menjadi eksportir jagung masak dari Sulawesi Selatan," urainya.

Ia menambahkan, harga jagung manis ini cukup fantastis, sebab mencapai Rp 75.000 per tongkolnya. "Harganya cukup mahal kalau di Jepang. Kemarin-kemarin ini satu tongkol sudah divakum, sudah di masak 500 Yen atau Rp 75.000," kata dia.***1***

Baca juga: Gubernur Sulsel imbau warga tidak pulang kampung

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar