Lakalantas di Papua Barat cenderung menurun

Lakalantas di Papua Barat cenderung menurun

Situasi lalu lintas di jalur penghubung antara Manokwari-Manokwari Selatan-Teluk Bintuni- Pegunungan Arfak tampak lengang pada Selasa (7/4/2020) (Antara/Toyiban)

Manokwari (ANTARA) - Kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di wilayah Provinsi Papua Barat cenderung menurun pada dua bulan terakhir, kata Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat, Kombes Indra Darmawan di Manokwari, Selasa.

Menurut Indra, sejak virus corona menyebar dari Wuhan, Tiongkok ke sejumlah negara termasuk Indonesia, masyarakat di Papua Barat memiliki kecenderungan untuk mengurangi aktivitas luar rumah. Hal itu terpantau dari arus lalu lintas di daerah tersebut.

Baca juga: Hindari penularan COVID-19, Polda Papua imbau warga tunda mudik

Baca juga: Pemkot Sorong akan perpanjang kebijakan karantina wilayah

Baca juga: Kapolda Papua salurkan bantuan di posko pandemi corona


"Terutama saat malam hari yang begitu jauh perbedaannya. Saat ini kalau sudah lewat jam delapan malam, jalan sudah agak sepi. Masyarakat memilih bertahan di rumah untuk menghindari virus," ucap Indra.

Bahkan di saat hari-hari libur, lalu lintas pengendara di jalan raya sudah cukup jauh berkurang.

Terkait angka kecelakaan, lanjut Indra, saat ini pihaknya masih menginput laporan dari Satuan Lalu Lintas di seluruh Polres. Dari laporan harian, penurunan kasus Lakalantas di provinsi ini diperkirakan mencapai 20 hingga 30 persen.

Dalam penanganan kecelakaan lalu lintas, Ditlantantas Polda Papua Barat sudah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan. Hal Itu dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran SARS CoV-2 di kalangan anggota Satlantas.

"Kita menghindari kontak fisik secara langsung antara anggota dengan korban. Kami menggunakan alat pengaman sehingga semua pihak terhindar dari COVID-19," katanya lagi.

Ditanya terkait rekayasa lalu lintas berupa penutupan jalur, menurut Indra, hal itu belum perlu dilakukan di Papua Barat. Selain kesadaran masyarakat sudah cukup bagus dalam hal social distancing, sudah ada instruksi pemerintah daerah yang membatasi waktu kegiatan usaha dan perdagangan di daerah tersebut.

"Kegiatan di pusat perbelanjaan seperti pasar, supermarket, warung makan, kafe paling lambat jam 20.00 sudah tutup. Ini cukup berdampak positif terhadap aktivitas lalu lintas yang kondusif, jadi untuk saat ini tidak perlu ada penutupan jalur atau pun pengalihan arus," ujarnya.

Pewarta: Toyiban
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bantuan alkes dari Gugus Tugas COVID-19 tiba di Manokwari

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar