Dari ketinggian, tentara Kolombia peringatkan warga tetap di rumah

Dari ketinggian, tentara Kolombia peringatkan warga tetap di rumah

Warga memakai masker pelindung dekat perbatasan Venezuela-Kolombia setelah pemerintah Kolombia memutuskan menutup jembatan internasional Simon Bolivar sebagai langkah pencegahan penyebaran virus COVID-19 di San Antonio, Tachira, Venezuela, Sabtu (14/3/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Eduardo /AWW/djo)

Ingat untuk mengikuti anjuran otoritas kesehatan. Tetap berada di rumah. Kami akan menjaga kalian dan dengan mematuhi aturan, anda menjaga kami
Bogota (ANTARA) -
Tentara Kolombia dari dalam helikopter yang terbang di atas perumahan melalui pengeras suara mengingatkan warga untuk tetap berada di rumah dan mematuhi aturan karantina guna menekan penularan COVID-19.

Negara yang berada di kaki Pegunungan Andes itu menerapkan aturan wajib karantina yang dimulai pada akhir bulan lalu dan berakhir pada 27 April.

Walaupun demikian, para pekerja kesehatan, pasukan militer dan anggota kepolisian, pedagang grosir, pegawai apotek, buruh pabrik makanan dan pekerja bank masih diperbolehkan untuk berkegiatan seperti biasa. Akan tetapi, untuk sebagian besar warga, hanya satu orang per keluarga yang diperbolehkan ke luar rumah membeli makanan atau melakukan transaksi keuangan.

Namun, beberapa orang masih berada di jalanan dan menaiki transportasi umum. Kegiatan itu tetap dilakukan meskipun mereka tahu berisiko tertular virus dan dapat menulari anggota keluarganya, demikian keterangan kepolisian.

Baca juga: Rusuh di penjara Kolombia terkait corona, 23 napi tewas
Baca juga: Kolombia darurat corona, perintahkan lansia tetap di rumah


Pihak kepolisian telah mengumumkan peringatan denda sebesar 936.000 peso (setara dengan 235 dolar AS) ke sekitar 95.000 orang yang menyepelekan aturan karantina.

"Kami membawa pengeras suara khusus... untuk terbang di sejumlah wilayah Bogota dan beberapa kota sekitar demi mencegah, mengantisipasi, dan mengendalikan pandemi," kata Kolonel Jorge Alfredo Martinez, komandan kedua Brigade Penerbang Angkatan Darat.

Patroli udara itu dilakukan di ibu kota Kolombia, Bogota, dan beberapa kota lainnya. Pemerintah Kolombia melaporkan lebih dari 1.500 orang tertular virus dan lebih dari 40 pasien di antaranya meninggal dunia.

"Kepada seluruh warga: kami (tentara Kolombia) menghormati kalian dan meminta anda semua untuk tetap berada di rumah, mematuhi aturan karantina pemerintah," demikian isi pesan yang telah direkam sebelumnya dari pengeras suara dalam helikopter. Pesawat itu melintas di permukiman kelas pekerja di Bogota.

"Ingat untuk mengikuti anjuran otoritas kesehatan. Tetap berada di rumah. Kami akan menjaga kalian dan dengan mematuhi aturan, anda menjaga kami," kata pesan itu, sementara warga di bawah, bertepuk tangan dari dalam kamar apartemennya masing-masing.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kolombia perpanjang masa karantina untuk corona selama dua pekan
Baca juga: KBRI Bogota imbau WNI patuhi aturan karantina di Kolombia

Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ventilator bantuan AS tiba di Indonesia awal Juni

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar