BEI sebut minat perusahaan untuk "go public" masih tinggi

BEI sebut minat perusahaan untuk "go public" masih tinggi

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (31/3/2020). . ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menilai minat perusahaan untuk "go public" atau menjadi perusahaan terbuka melalui mekanisme penawaran umum perdana atau IPO masih tinggi di tengah wabah COVID-19.

"Dalam kondisi makro (external environment) yang dinamis seperti saat ini, kita patut bersyukur bahwa minat IPO di Indonesia tinggi," ujar Nyoman di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan laporan global Ernst & Young, Indonesia menempati posisi tertinggi dari sisi jumlah yang melakukan IPO di ASEAN sampai dengan saat ini.

Nyoman menuturkan, adapun pertimbangan perusahaan untuk tetap melaksanakan IPO salah satunya yaitu kebutuhan dana dari perusahaan untuk mengembangkan usaha.

Selain itu, adanya dukungan kebijakan otoritas pasar modal yang memberikan relaksasi jangka waktu umur laporan keuangan dan laporan penilai dalam rangka penawaran umum yaitu selama dua bulan.

"Dan yang tidak kalah pentingnya juga adalah adanya support dari investor pasar modal untuk berpartisipasi di perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana," kata Nyoman.

Berdasarkan data BEI, saat ini terdapat 22 perusahaan yang masuk dalam pipeline IPO. Secara sektoral, ada tujuh perusahaan dari sektor perdagangan, jasa, dan investasi, dua perusahaan dari sektor keuangan, dan satu perusahaan dari sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi.

Kemudian, lima perusahaan dari sektor properti, real estate dan konstruksi bangunan, dua perusahaan dari sektor dari industri barang-barang konsumsi, satu perusahaan dari sektor aneka industri, dua perusahaan dari industri dasar dan bahan kimia, dan dua perusahaan dari sektor pertanian.

Hari ini, dua perusahaan yaitu perusahaan real estate PT Karya Bersama Anugerah Tbk dan perusahaan penghasil benang hasil daur ulang bahan tekstil PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk resmi melantai di bursa.

Sementara itu, Kamis (9/3) besok, tiga perusahaan dijadwalkan akan mencatatkan saham perdana antara lain PT Cipta Selera Murni Tbk, PT Aesler Grup Internasional Tbk, dan PT Cahaya Bintang Medan Tbk.


Baca juga: Di tengah wabah Corona, produsen pupuk melantai di bursa
Baca juga: Di tengah IHSG anjlok, perusahaan fintech bersiap "go public"
Baca juga: Ditengah COVID-19, Bumi Benowo optimistis raup dana IPO

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Survei IP0 : 42 persen responden ingin reshuffle menteri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar