Liga 1 Indonesia

Bhayangkara FC hormati keputusan pengunduran diri Ratu Tisha

Bhayangkara FC hormati keputusan pengunduran diri Ratu Tisha

Dok - Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria usai menonton Timnas Indonesia U-19 lawan China di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Kamis (17/10/2019) malam. (ANTARA Jatim/Willy Irawan)

Jelas ini kabar yang mengagetkan buat kami sebagai klub Liga 1, khususnya Bhayangkara
Jakarta (ANTARA) - Bhayangkara FC menghormati keputusan Ratu Tisha Destria yang menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal PSSI dan disampaikan melalui rekaman suara di akun media sosialnya pada Senin (13/4).

"Ini adalah pilihan pribadi Sekjen dan saya mendoakan semoga sekjen PSSI baru menggantikannya bisa segera menyesuaikan," ujar Chief Operating Officer Bhayangkara FC Sumardji saat dikonfirmasi, Selasa.

Sumardji mengatakan awalnya ia kaget saat mendengar pengunduran diri Ratu Tisha, apalagi keputusan yang dia ambil secara tiba-tiba. Terlebih, Ratu Tisha juga telah berperan penting dalam memajukan sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun ke belakang.

Baca juga: Exco: PSSI belum tunjuk sekjen baru gantikan Ratu Tisha

Sejumlah terobosan yang dibangun Ratu Tisha saat menjabat sebagai Sekjen PSSI seperti membuat kompetisi di kalangan junior atau Elite Pro Acedemy U-16, U-18, U-20, dan Liga 1 Putri.

"Jelas ini kabar yang mengagetkan buat kami sebagai klub Liga 1, khususnya Bhayangkara. Kami tahu apa yang dilakukan Tisha sudah membuat sepak bola di Indonesia berkembang dari setiap usia," kata dia.

Untuk mengisi penggantinya, Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri mengatakan pemilihan Sekjen baru akan melalui tahap yang panjang dan detail.

Baca juga: PSSI: pemilihan sekjen baru lalui tahap panjang dan detail

"Menilik tanggung jawab dan tugasnya yang berat, wajar jika penentuan Sekjen PSSI itu harus melalui tahapan yang panjang dan detail," ujar Cucu.

Beberapa tahapannya antara lain menjalani uji kelayakan dan kepatutan serta mendapatkan persetujuan dari Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

"Ada fit and proper test yang harus diikuti oleh sang calon tanpa kecuali. Setelah itu, mesti ada persetujuan dari Komite Eksekutif PSSI," kata Cucu.

Jabatan sekretaris jenderal sangat vital dalam keorganisasian PSSI. Oleh sebab itu, PSSI ingin sosok sekjen baru harus memiliki penguasaan terhadap organisasi dan memahami sepak bola Indonesia.

Baca juga: Pembina Persija berharap PSSI tidak salah pilih sekjen

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menantu Presiden bantah akan jadi Sekjen PSSI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar