Jakarta (ANTARA News) - Menneg BUMN Sofyan Djalil menilai perusahaan milik negara harus dipimpin orang berjiwa kewirausahaan atau enterpreneurship yang juga mampu melakukan pengawasan terhadap jalannya perseroan.

"BUMN butuh enterpreneur yang dapat mengelola perusahaan dengan transparan, serta terhindar dari intervensi," kata Sofyan, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.

Sofyan menjelaskan, keharusan menempatkan seorang enterpreneur di perusahaan pelat merah terkait dengan peran BUMN yang cukup besar dalam ekonomi nasional.

"Dibutuhkan enterpreneur yang mampu mengelola BUMN secara transparan, profesional, dan mendorong daya saing perusahaan," tegasnya.

Ia menyoroti, BUMN pada masa lalu sarat dengan intervensi pihak lain.

Sebagai contoh Garuda Indonesia tidak bisa menentukan pesawat apa saja yang bisa dibeli perusahaan karena banyak campur tangan berupa titipan dari pihak ketiga.

Hal seperti itu seringkali juga terjadi di Pelni dan Dloyd sehingga terancam bangkrut.

"Kasus seperti itu kemungkinan besar terjadi orang yang ditaruh sebagai direksi kompetensinya tidak baik, sehingga berpotensi menimbulkan korupsi," tegas Sofyan.

Akan tetapi, ujarnya, dengan adanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mudah-mudahan pejabat BUMN tidak berani mengambil risiko dengan menyalahgunakakan wewenang.

Sofyan berpendapat, enterpreneur yang bersih dari tindakan tercela sangat dibutuhkan di negeri ini.

Ia pun menambahkan, kalau Indonesia bercita-cita menjadi negara maju, paling sedikit dua persen dari jumlah masyarakat harus ada yang menjadi entrepreneur.

"Kalau lebih banyak, lebih baik lagi. Sebab, kehadiran mereka bisa menciptakan lapangan kerja," kata Sofyan. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009