Bodogol (ANTARA News) - Sebuah kolaborasi dari Perkumpulan Gunung Gede Pangrango dan Halimun Salak (Gedepahala), Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP), Conservation International Indonesia (CII) dan "Mazars Moores Rowland", Sabtu berkumpul serius.

Mereka melakukan restorasi hutan terdegradasi di Resort Bodogol di kaki Gunung Gede-Pangrango.

Wartawan ANTARA dari Kaki Gunung Gede-Pangrango melaporkan, kegiatan yang dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup itu adalah melakukan penanaman ratusan pohon berbagai jenis guna memperbaiki kawasan hutan terdegradasi yang merupakan area perluasanTNGP.

Semula, ratusan generasi muda yang ikut aksi penanaman pohon itu akan menuju lokasi penanaman melalui Lido, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, namun karena di kawasan itu ada kegiatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang sebagai calon presiden (Capres) sedang melakukan rekaman untuk iklan, rombongan kemudian harus melalui Kabupaten Sukabumi untuk mencapai lokasi.

Beberapa tokoh yang ikut dalam aksi itu adalah mantan Menteri Kehutanan (Menhut) era Presiden Abdurrahman Wahid, Marzuki Usman, Kepala Konsorsium Gedepahala sekaligus Regional Vice President CII Jatna Supriatna, dan Presiden Direktur Mazars Indonesia James Kallman.

Mazars Moores Rowland, dimana Mazars Indonesia termasuk di dalamnya adalah sebuah kantor yang bergerak di bidang akuntan publik dan konsultan.

Manajer Program CII Anton Ario menjelaskan bahwa dalam kontrak kerjasama antara berbagai pihak yang berkolaborasi, akan dilakukan restorasi hutan terdegradasi di resort Bodogol TNGP seluas lebih kurang 1.000 hektar yang alokasinya adalah untuk 400 tanaman.

"Pada penanaman perdana bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup 2009, dari 400 pohon yang sudah menjadi komitmen Mazars Indonesia untuk disumbangkan, telah ditanaman 110 pohon berbagai jenis," katanya.

Mengenai mengapa tergerak untuk program penanaman pohon, Presiden Direktur Mazars Indonesia James Kallman menyatakan bahwa sebagai perusahaan akuntan publik, pihaknya menginginkan semua kerta yang mereka gunakan dapat kembali ditanam berupa pohon sebagai pengganti.

"Kami ingin mengganti kertas yang kami pakai sehari-hari dalam kegiatan di kantor kami," katanya dan menambahkan bahwa pihaknya bangga menjadi kantor akuntan publik yang peduli pada lingkungan, sehingga dalam aksi itu diterjunkan sekira 100 karyawan, yang umumnya generasi muda untuk ikut aksi penanaman pohon.

"Kami ikut di dalam program ini karena kami ingin meningkatkan kesadaran dari staf kami tentang penghijauan bumi yang harus dimulai dari tingkat individu," katanya.

Sementara itu, mantan Menhut Marzuki Usman menyatakan bahwa kepedulian lingkungan pihak asing yang perwakilannya berada di Indonesia hendaknya dapat menggelinding sebagai sebuah gerakan yang membesar, dan diikuti oleh berbagai perusahaan mancanegara lainnya.

"Upaya Mazars Indonesia ini kita harapkan akan diikuti oleh perusahaan asing lain, dan juga oleh perusahaan di Indonesia sendiri," katanya.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009