Jakarta (ANTARA News) - Tren kenaikan harga emas per tahun minimum 20 persen menjadi acuan pilihan investasi terbaik disaat fluktuasi dolar yang tidak stabil, kata Staf Marketing PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk Ferdi Suryana di Jakarta, Rabu.

Selama tiga tahun terakhir, harga emas cenderung naik. Pada tahun 2007 harga emas Rp 184 ribu per gram, kemudian tahun 2008 naik menjadi Rp 269 ribu per gram, sedangkan kenaikan emas hingga Januari 2009 sebesar Rp 311 ribu per gram.

"Dilihat dari tahun 2000 hingga sekarang, tren harga emas cenderung mengalami kenaikan terus menerus, dan dapat dijadikan pilihan tepat untuk investasi," kata Ferdi di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data PT ANTAM Tbk, kenaikkan harga emas pada tahun 2000 hingga bulan Januari 2009 meningkat Rp 244 ribu per gram atau sebesar 364,17 persen.

Ferdi mengatakan investasi emas menjadi pilihan paling aman di tengah kondisi perekonomian dunia yang naik turun.

Dalam perdagangan hari ini, PT Aneka Tambang Tbk membuka harga emas sebesar Rp 320 ribu per gram.

"Harga ini cocok untuk masyarakat mulai membeli dan menginvestasikan dananya dalam bentuk emas," katanya.

Sementara itu, tren investasi logam mulia seperti emas di masyarakat, kata Fredi, masih sangat kurang.

"Masyarakat masih belum banyak mengenal investasi emas karena menganggap repot dalam penyimpanannya, dan lebih banyak yang tergiur oleh iming-iming hadiah dari pihak-pihak penawar investasi lain," katanya.

Ferdi menambahkan bahwa di Indonesia masih minim infrastruktur yang dapat menjadi perantara investasi emas.

"ANTAM sendiri saat ini bekerja sama dengan Bursa Berjangka Jakarta, namun kami rasa masih kurang agresif," katanya.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009