Makanan minuman yang boleh dan tidak untuk buka puasa

Makanan minuman yang boleh dan tidak untuk buka puasa

Ilustrasi makanan sehat (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Ada sejumlah makanan yang sebaiknya Anda konsumsi dan Anda perlu hindari saat berbuka puasa demi kesehatan termasuk menjaga level energi yang hilang selama berpuasa.

"Konsumsi makanan dengan Indeks Glikemik rendah (GI) harus seimbang dan setiap kelompok makanan harus ada, seperti sayuran, sereal, daging, produk susu, dan buah-buahan,” kata Ahli Diet Klinis di Burjeel Hospital Abu Dhabi, Rahma Ali, dikutip dari Arabian Gazette pada Jumat.

Dia menyarankan makanan kaya kalium seperti kurma untuk berbuka puasa. Makanan ini tidak hanya membantu Anda terhidrasi dengan cepat, tetapi memberi Anda energi instan setelah berpuasa berjam-jam.

Baca juga: Resep sederhana smoothie pisang, minuman jelang puasa

Baca juga: Menu Ramadan - Tujuh minuman segar untuk buka puasa


Selain itu, jangan lupakan asupan cairan yang cukup. Anda bisa meminum jus buah atau air yang banyak saat berbuka puasa dan sebelum waktu tidur untuk menghindari dehidrasi

Selain itu, kacang-kacangan semisal almond juga bagus untuk berbuka karena mengandung lemak baik yang penting, terutama ketika tubuh Anda mendambakan lemak setelah berpuasa berjam-jam. Makanan ini bisa membantu Anda merasa kenyang dan terkendali.

Makanan lainnya, dari jenis sayuran seperti mentimun, selada, dan sayuran lainnya yang kaya serat, bersifat menghidrasi yang baik. Makanan ini membantu tubuh Anda terasa dingin, bisa menjaga kesehatan kulit dan menghindari sembelit selama bulan Ramadhan.

Baca juga: Resep pancake enak dan mudah ala Yamada Ryosuke Hey! Say! JUMP!

Baca juga: Makan gorengan saat berbuka puasa, bolehkah?


Bukan untuk buka puasa

Sebaiknya jangan meminum minuman berkarbonasi. Cukup konsumsi air biasa dan atau air kelapa untuk menenangkan dahaga Anda.

Selain itu, makanan tinggi gula seperti permen dan cokelat juga perlu Anda hindari karena merupakan sumber berat badan Anda naik secara instan dan bisa menyebabkan kompleksitas jika dikonsumsi setiap hari.

Hindari makanan yang digoreng secara berlebihan atau melebihi batas maksimal asupan harian yakni lima sendok makan.

“Puasa selama bulan Ramadhan dapat meningkatkan kesehatan seseorang, tetapi hanya jika dilakukan dengan cara yang benar, jika tidak, maka bisa menyebabkan lebih banyak bahaya daripada kebaikan," tutur Ali seperti dilansir Arabian Gazette.

Baca juga: Jaga pola makan seimbang saat jalani puasa di tengah pandemi corona

Baca juga: Inspirasi menu Ramadhan, Nasi Briyani

Baca juga: Inspirasi menu Ramadhan, durian tart ala Ella Koerniati

 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menentukan menu sahur dan buka puasa yang sehat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar