New Delhi (ANTARA News/AFP) - Raksasa produsen ban Perancis Michelin, yang telah mengumumkan rencana untuk melepaskan hampir 1.100 pekerja di Perancis, mungkin akan melakukan investasi lebih dari satu miliar euro (1,39 miliar dolar AS) selama 10 tahun di sebuah pabrik di India, sebuah surat kabar India melaporkan Kamis.

Grup yang menolak untuk mengkonfirmasi jumlah, tetapi memanggil kembali pengumumannya tahun lalu, dimana pihaknya ingin melakukan investasi dalam sebuah pabrik di India.

Economic Times melaporkan mengutip "orang yang terlibat langsung" sebagaimana yang dikatakan bahwa Michelin telah meminta persetujuan pemerintah India untuk mengakuisis 100 persen saham di sebuah perusahaan baru, Michelin Ban India Tamil Nadu, yang dibentuk pada April 2009.

"Perusahaan ini akan membuat usulan unit greenfield, yang akan menyerap investasi senilai 40 miliar rupees dalam tahap pertama berjalan hingga 2016," surat kabar melaporkan.

Michelin, produsen ban terbesar di dunia, telah melakukan negosiasi dengan pemerintah daerah Tamil Nadu untuk lahan membangun unit manufaktur mendatang, di mana ia dapat membuat antara 1500 dan 2000 pekerjaan, katanya.

"Ia mengumumkan pada 2008 bahwa kami ingin berinvestasi di India untuk membangun sebuah pabrik," kata seorang juru bicara untuk Michelin di Clermont-Ferrand, Perancis, di mana perusahaan tersebut berkantor pusat.

"Bagi kami ini adalah penting untuk hadir di pasar ini."

Tetapi ia mengatakan tidak ada apapun yang belum diselesaikan.

"Tim kami sedang bekerja dengan otoritas negara" dari Tamil Nadu, katanya, menambahkan bahwa "tidak ada tanah telah dibeli." (*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009